Rabu, 20 Mei 2026

KARIMUN TERKINI

Dinas Pertanian Karimun Kepri Lakukan Penyemprotan Hama Ulat Bulu di Desa Pelambung

Penyemprotan dilakukan oleh petugas BPBD dan Damkar, TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa Pongkar, RT dan RW setempat yang menggunakan racun me

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati
petugas BPBD dan Damkar melakukan penyemprotan hawa ulat api yang menyerang perkebunan kelapa di kawasan Desa Pelambung, Kecamatan Tebing, Senin (27/5/2024). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Dinas pangan dan pertanian Kabupaten Karimun melakukan penyemprotan wabah ulat bulu yang menyerang perkebunan kawasan Desa Pelambung, Kecamatan Tebing.

Penyemprotan dilakukan oleh petugas BPBD dan Damkar, TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa Pongkar, RT dan RW setempat yang menggunakan racun merk Nasa 505.

Penyuluh Pertanian Desa Pongkar, Mardi mengatakan hama ulat bulu ini merupakan jenis ulat api yang telah menyerang kebun kawasan Desa Pelambung sejak tiga bulan terakhir.

"Ini merupakan ulat bulu atau ulat api yang jumlahnya terus bertambah menyerang kebun di tiga RT yakni RT 01, 02, dan 03 yang masih dalam lingkungan satu RW," ujar Mardi, Senin (27/5/2024).

Mardi menjelaskan penyebab adanya hama ulat api biasanya karena faktor lingkungan yang terlalu kotor dan banyak semak.

Selain itu, terdapat binatang seperti burung dan kelelawar. Sehingga serangan ulat api ini akan menyerang daun dan jika berlanjut maka akan berpengaruh kepada buah.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Pesawat Dabo Singkep ke Tanjungpinang, Karimun, Batam, Pekanbaru Pekan Ini

"Ini kejadian kedua. Dulu pernah juga tapi tidak banyak dan menyebar seperti ini. Sekarang ini mau tak mau kita menyemprotkan insektisida," ujarnya.

Dalam penyemprotan yang dilakukan, pihaknya juga telah melakukan pengusian kepada warga yang terdampak selama enam jam.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi, saat petugas melakukan penyemprotan adanya anak-anak yang bermain.

"Kalau orangtua bisa kita imbau, tetapi kalau anak-anak ini yang agak susah. Takutnya mereka justru berlari-lari saat petugas melakukan penyemprotan. Sehingga diungsikan selama enam jam saja," ujarnya.

Meskipun dalam penyemprotan yang dilakukan tidak berbahaya terhadap manusia dan tanaman. Pihaknya tetap mengantisipasi terhadap warga yang berdampak.

"Karna residu dari cairan insektisida yang disemprotkan akan memakan waktu sekitar empat jam. Sehingga mereka kami minta mengungsi hanya enam jam saja," ujarnya.

Baca juga: Sebanyak 2369 Formasi CPNS dan PPPK Untuk Karimun Kepri, Berikut Rinciannya

Mardi menyebut penanganan yang dilakukan satu ton air dicampurkan dengan satu liter cairan racun merk Nasa 505 kemudian di semprotkan ke tanaman yang terjangkit hama ulat api.

"Caranya untuk satu ton air itu satu botol racun seberat satu liter. Racun ini khusus untuk ulat, jadi tidak pengaruh terhadap tanaman," ujarnya.

Salah seorang warga Murhalim, menambahkan hama ulat api mulai terlihat sejak bulan Maret lalu. Bahkan penanganan awal sudah dilakukan dengan pengasapan namun belum maksimal.

"Awalnya sudah dilakukan upaya penanganan dengan pengasapan. Mungkin belum maksimal jadi kembali berjangkit," ujar Murhalim. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca berita lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved