Jumat, 29 Mei 2026

BATAM TERKINI

KONI Bicara Persiapan Keberangkatan Kontingen Kepri di PON 2024 hingga Target Medali

Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri menyebut, keberangkatan Kontingen Kepri mengikuti PON 2024 kali ini jauh lebih serius dan dapat banyak perhatian

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
PON 2024 - Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri bicara soal persiapan kontingen Kepri jelang PON 2024 

"Tidak benar itu. Salah besar apa yang disampaikan atlet tersebut," tegasnya.

Ia menyebut, atlet menembak asal Bintan itu, saat ini berstatus atlet Provinsi Papua dan memperkuat Papua mengikuti PON XXI Aceh - Sumut 2024. Bahkan telah tercatat memperkuat Papua sejak PON XX Papua tahun 2021 lalu.

Baca juga: Ketua KONI Batam Beri Motivasi Atlet PON XXI Aceh-Sumut 2024 Asal Kepri

"Begitupun mengikuti SEA Games memperkuat Merah Putih dan berprestasi, itu juga membawa nama Papua," jelas Amri.

Tidak hanya atlet menembak, ia menyebut masih ada beberapa atlet cabang olahraga lainnya asal Kepri yang berkiprah di luar Kepri dan berhasil bahkan berprestasi.

"Itu adalah pilihan masing-masing mereka. Selagi untuk pengembangan diri, kemajuan dan karier serta prestasi mereka, kita tidak dapat menghalangi. Justru kita support, kalau memang yang dikejar jauh lebih baik untuk masa depan mereka. Terkadang mereka pindah dan membela provinsi lain karena faktor mendapatkan pekerjaan, menjalani pendidikan, berkeluarga hingga pindah domisili. Dan itu sah-sah saja," kata Amri.

Tak ada yang tak bisa, semua terpulang kepada atlet bersangkutan. Jika memang ingin kembali ke Kepri dan membela daerah kelahiran, silahkan dan akan lebih baik. Tapi semua melalui mekanisme dan prosedur. Atlet harus mengundurkan diri dari provinsi asal yang dibelanya, paling lambat dua tahun sebelum PON.

"Dan ini yang perlu dipertegas kepada atlet bersangkutan, apakah ada keinginannya untuk membela Kepri. Kalau ada, jalani prosedur demikian. Sekembali dari PON Aceh - Sumut, ajukan pengunduran diri dari Papua. Dan hubungi Pengprov Perbakin Kepri selaku pengurus yang menaungi dan melakukan pembinaan. Kami yakinkan bisa. Tapi kenapa tidak dilakukan sebelum ini, dan masih memperkuat Papua di dua kali PON, itu perlu ditanyakan lagi ke atlet tersebut," papar Amri.

Baca juga: 5 Atlet Layar Batam Melaju ke PON Aceh-Sumut, Ini Pesan Ketua KONI Kepri

Dijelaskan Amri lagi, jika sekembali atlet memperkuat Kontingen Merah Putih ke SEA Games, berstatus bebas dan tidak ada membela provinsi manapun, justru rugi bagi Kepri bila tidak memanggilnya pulang. Tapi ini kan tidak, secara pribadi atlet bersangkutan masih dapat mengembangkan diri, meraih prestasi sekalipun membawa nama Provinsi Papua.

"Jadi, kami dari KONI minta jangan munculkan hal ini sebagai polemik. Tidak ada atlet yang tidak diperhatikan. Yang ada itu, maukah atlet bersangkutan kembali ke daerah dan memperkuat provinsi ini untuk ke PON. Tapi kan saat ini dia berstatus atlet Papua dan masih turun di PON. Kalau betul-betul ada niatan untuk membela provinsi ini kedepan, sekembali dari PON Aceh - Sumut, sudah harus mundur dari Papua. Kita tunggu saja," kata Amri. (*/tribunbatam.id)

Baca  berita lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved