PILKADA BATAM 2024
Ketua STISIPOL Raja Haji Soal Dinamika Pilkada Batam 2024, Adu Kuat Amsakar - Marlin?
Ketua STISIPOL Raja Haji, Dr. Endri Sanopaka, S.Sos., MPM menganalisa dinamika Pilkada Batam 2024. Termasuk soal Amsakar Achmad dan Marlin Agustina.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinamika Pilkada Batam 2024 semakin dinamis.
Partai politik peserta Pemilu 2024 mulai berani memunculkan figur mereka untuk maju di Pilkada Batam atau Pilwako Batam 2024.
Sebut saja Partai Gerindra yang menugaskan Li Claudia Chandra maju di Pilkada Batam 2024.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau STISIPOL Raja Haji, Dr. Endri Sanopaka, S.Sos., MPM menilai jika partai politik memiliki peran dan fungsi dalam kaderisasi kepemimpinan baik ditingkat nasional maupun ditingkat lokal.
Secara idealnya calon pemimpin itu melalui serangkaian proses di dalam pengkaderan yang dilakukan oleh partai politik.
Bukan semata-mata menjadikan parpol sebagai kendaraan sewaan yang hanya digunakan pada saat dibutuhkan untuk mengantar sampai ke tujuan.
Oleh karenanya, dinamika politik pemilihan kepaladaerah serentak yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang tetap akan menjadi bagian kontestasi dan kompetisi di antara parpol-parpol yang memperoleh kursi dari kompetisi di pemilu yang lalu.
"Dinamika politik pemilihan kepala daerah itu dinamis dan akan terus bergulir. Tanpa ada yang dapat memastikan siapa berpasangan dengan siapa," ujarnya dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Selasa (3/6).
Semua partai politik yang mendapatkan kursi dari hasil pemilihan umum pada 14 Februari 2024 yang lalu menjadikan pengalaman pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden sebagai dasar membuat keputusan untuk menentukan calon yang akan diusung pada pilkada serentak 2024 ini.
Koalisi parpol yang terjalin pada saat pemilihan presiden yang lalu bisa saja berlanjut pada pilkada serentak nantinya, atau bahkan tidak akan sama dengan nasional.
Dewan pimpinan pusat partai politik ada yang memberikan sinyal kepada pengurus di daerah ataupun bakal calon kepala daerah untuk terus membangun komunikasi dengan partai politik peraih kursi di DPRD.
Serta tidak mesti sama dengankoalisi yang dibentuk di tingkat pusat.
Baca juga: Golkar Tunggu Kabar Amsakar Soal Pilkada Batam 2024, Prioritaskan Kader Maju Pilwako
"Hal tersebut tentunya sangat realistis, dikarenakan komposisi perolehan kursi partai politik di daerah tentunya tidak sama dan sangat bergantung kepada tokoh-tokoh politik yang memenangkan kursi di daerah," ucapnya.
Ia mencontohkan partai seperti PDI Perjuangan yang menjadi partai pemenangpemilu secara nasional, belum tentu memiliki kursi yang dapat mencalonkan sendiri pasangan calon pada Pilkada nanti.
Begitu juga seperti Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN yang koalisinya memenangkan pasangan Prabowo-Gibran juga belum tentu memiliki kursi yang cukup untuk mengantarkan pasangan calonnya mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah di masing-masing daerah.
Baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Partai Nasdem yang berkoalisi dengan PKS dan PKB secara nasional juga demikian halnya, belum tentu dapat bersama-sama di daerah.
Karena perolehan kursi dan juga tokoh-tokoh politik yang bakal mereka usung bisa jadi tidak sejalan dengan di tingkat pusat.
Baca juga: BREAKING NEWS - Gerindra Tugaskan Li Claudia Chandra Maju Pilkada Batam 2024
Periode sebelumnya partai yang sangat dinantikeputusannya dalam pencalonan pasangan calon adalah PDI Perjuangan.
"Tapi pasca pemilu kali ini, posisi tersebut berpindah ke Partai Gerindra dan koalisinya," sebutnya.
Jelas saja hal itu terjadi, karena siapapun yang akan bertarung sebagai calon kepaladaerah nantinya harus benar-benar mempertimbangkan jika memenangkan kontestasi.
Apakah dapat menjalin kerjasamadengan pemerintah pusat yang dipimpin oleh koalisi Partai Gerindra.
Jika yang memenangkan kontestasi bukan berasal daripartai koalisi pengusung Prabowo-Gibran.
Adu Kuat Pilkada Batam 2024
Endri Sanopaka juga mengungkap analisanya soal Pilkada Batam 2024.
Di Kota Batam, pemenang pemilu adalah Partai Nasdem, dan akan menggeser kursi pimpinan DPRD Kota Batam dari PDIP ke Partai Nasdem.
PDIP menjadi pemenang ketiga perolehan kursi dan suara di Kota Batam.
Baca juga: Amsakar Achmad Akui sudah Mendaftar ke DPP Nasdem untuk Ikut Pilkada Batam 2024
Serta berada dibawah Partai Gerindra yang menjadi pemenang kedua meskipun jumlah kursinya sama dengan PDIP.
Namun demikian, kedudukan pimpinan DPRD dan juga jumlah kursi yang cukup untuk mengantarkan pasangan calon sendiri.
Tanpa berokalisi tidak cukup membuat percaya diri Partai Nasdem untuk secara penuh mendukung kader sendiri tanpa berkoalisi dengan partai daripresiden terpilih.
Popularitas dan elektabilitas (keterpilihan) dari bakal calon Walikota Batam juga menjadi pertimbangan bagi partai politik untuk mengusungnya.
Seperti yang dilakukan oleh Partai Golkaryang telah menyampaikan akan mengusung Amsakar Ahmad dan tentunya akan menawarkan kader Partai Golkar untukmenjadi wakilnya.
Partai nasdem sendiri juga menyadari bahwapopularitas dan elektabilitas serta kemampuan finansial dari Marlin Agustina sangat memungkinkan untuk Partai Nasdem membangun nilai tawar dengan Muhammad Rudi.
Baca juga: Pilkada Batam 2024 dan Arah Partai Golkar Menatap Pilwako Batam 2024
Nasdem akan mengusung Marlin meskipun pada saat pemilu tidak mendukung calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung koalisi Nasdem.
"Tentunya dengan imbal balik bersedia dipasangkan dengan kader Nasdem yang juga merupakan kerabat dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh," ungkapnya.
Hal tersebut tentunya menjadi dilema bagi Rudi yang selama ini sudah memberikan sinyal bahwa Marlin akan dipasangkan dengan Jefridin yang merupakan Sekretaris Daerah Kota Batam.
Ia bahkan sudah mendaftarkan diri sebagai bakalcalon wakil walikota Batam melalui partai Nasdem.
Batam jelas menjadi pusat pertempuran utama di Kepri dari partai politik dalam mengusung bakal calon walikota dan wakil walikota.
Posisi strategis Kota Batam sebagai salah satu lokomotif ekonomi di Indonesia dan juga letak strategisnya dengan negara tetangga, menjadikan Kota Batam sebagai pusatperhatian partai politik di tingkat pusat.
Baca juga: Daftar 7 Berita Populer Batam - Kasus Asusila, Pilkada Batam 2024 Hingga PMI Ilegal
Selain itu, koalisi Prabowo-Gibran juga harus dapat memastikan program-program strategisnya dapat dijalankan di daerah termasuk di Kota Batam.
Oleh karenanya Partai Gerindra sebagai pengusungutama Prabowo-Gibran cukup percaya diri untuk mengusung kader sendiri di Pilkada Serentak nantinya baik sebagai bakalcalon kepala daerah maupun bakal calon wakil kepala daerah.
Gerindra tentunya mempertimbangkan perolehan kursinya di legislatif.
Jika kursi yang diperoleh 50 persen ke atas dari syaratminimal dukungan, maka Gerindra akan berupaya mengusung kader sendiri untuk maju bertarung sebagai calon kepala daerah.
Hanya saja yang menjadi dilema adalah jika yang diusung merupakan kader yang terpilih sebagai anggota legislatif Pemilu 2024, maka persyaratan harus mengundurkan diri menjadi sebuah pertimbangan yang harus diputuskan.
Baca juga: Pilkada Batam 2024 - PDI Perjuangan Jagokan Empat Kader, Ada Nama Udin P Sihaloho
Ini juga terjadi di partai-partai lainnya selain Gerindra.
Berbeda dengan kader parpol yang tidak terpilih, mereka lebih percayadiri untuk maju sebagai bakal calon, karena tidak memilikibeban untuk mengundurkan diri.
Seiring dengan berakhirnya masa jabatan mereka pada saat mendaftarkan diri nantinya.
"Dengan keadaan yang demikian, bila kita mencermati Pilkada Batam 2024, dimana pada saat sebelum pemilu 2024 sampai dengan saat ini, nama yang selalu disebut-sebut akan bertarung dan berhadapan adalah Marlin Agustina dan Amsakar Ahmad," bebernya.
Marlin yang saat ini merupakan Wakil Gubernur Kepri serta istridari Walikota Batam Muhammad Rudi yang masih aktif, berkepentingan untuk menjadikan istrinya sebagai penerus.
Baca juga: Pilkada Batam 2024 - PDI Perjuangan Jagokan Empat Kader, Ada Nama Udin P Sihaloho
Serta akan meneruskan apa yang sudah dijalankan oleh suaminyayang juga merupakan Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).
Amsakar Ahmad yang saat ini masih memegang posisisebagai Wakil Walikota Batam juga sudah memastikan diri akanbertarung di pilkada Kota Batam, dan akan melawan Marlin yang tidak lain adalah masih berstatus istri dari walikotanya.
Memang bukan sesuatu yang aneh jika dalam perjalanan, pasangan kepala daerah yang pernah diusung sama-sama akan tetap bertahan untuk Kembali melanjutkan kebersamaannya.
Meskipun dengan pasangan yang berbeda.
Marlin pada saat pemilihan presiden mendukung pasanganPrabowo-Gibran dan menjadi bagian dari Tim Kampanye Daerah, bersama-sama dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang juga merupakan Tim Kampanye Daerah karena partai Golkar menjadi bagian Koalisi Indonesia Maju.
Berbeda dengan Marlin yang merupakan kader dari Partai Nasdem, dan juga merupakan istri dari Ketua Nasdem Kepri pada saat itu, malah tidak mendukung pasangan koalisi perubahan yang dipimpin oleh Partai Nasdem.
"Tapi sampai saat ini kita tidak pernah mendengar bahwa Marlin diberikan sanksi ataupun diberhentikan dari partai Nasdem. Bahkan Rudi yang juga secara terang-terangan lebih mendukung pasangan Prabowo-Gibran sampai saat ini masih memegang tampuk kekuasaan di DPD Partai Nasdem Kepri," ujarnya.
Publik menduga bahwa apa yang dilakukan oleh Marlin merupakan upaya untuk mendapatkandukungan dari Partai Gerindra.
Sekaligus pelampungdalam proses pencalonannya sebagai Walikota Batam. SebabDPD Partai Nasdem Kota Batam dipimpin oleh AmsakarAhmad yang akan menjadi pesaing Marlin.
Amsakar Ahmad yang merupakan ketua partai Nasdem justerusempat membuat surat pengunduran diri dari Ketua, dan sebelumnya justru bersama-sama dengan Irwansyah yang merupakan politisi PPP mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon independen.
Meskipun sampai dengan batas akhir pendaftaran calon independent tidak juga mendaftarkan diri.
Publik semakin dibuat bingung ketika dugaan Marlin akan bersama Partai Gerindra untuk mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Walikota.
Justru Partai Gerindra mendeklarasikandukungan kepada kadernya sendiri Li Claudia Chandra yang merupakan Ketua Partai Gerindra Tangerang Selatan dan juga Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan.
Wajah Li Claudia sebelumnya sudah sempat menghiasi beberapa Billboard besar di Kota Batam tanpa melekatkan identitas partainya.
Ia dinilai sukses membuat penasaran Masyarakat Batam atas sosialisasinya tersebut.
Bisa saja gerindra sedang membangun nilai tawarkepada Marlin agar mempertimbangkan kader Gerindra Li Claudia sebagai wakil Marlin Agustina.
Hal ini juga menjadi pilihan sulitjika ingin memenangkan electoral karena pasangan duo perempuan beresiko kehilangan dukungan secara gender.
Apakah nantinya Marlin-Jefridin akan melenggang menjadipasangan calon walikota dan wakil walikota Batam.
Atau justru akan bertukar pasangan dengan Li Claudia yang merepresentasikan Partai Gerindra.
Bisa juga Marlin akanberpasangan dengan titipan dari kerabat Surya Paloh yang merepresentasikan Partai Nasdem.
Atau malah Partai Nasdem kembali mengusung Amsakar Ahmad dengan syarat berpasangan dengan calon wakil yang dtitipkan Ketua Umum Nasdem.
Jika Amsakar mendapatkan dukungan dari Partai Nasdem, bagaimana dengan partai Golkar yang sudah memberikan laluan kepada Amsakar untuk menjadi bagian dari Golkar.
Atau bisa saja Amsakar memang representasi dari Golkar dan akan berpasangan dengan calon dari Partai Nasdem.
Jika Koalisi Golkar dan Gerindra terjadi di Kota Batam, maka berkemungkinan Amsakar akan berpasangan dengan Li Claudia yang representasi Gerindra.
Semua kemungkinan masih akan terjadi sampai menjelang pendaftaran pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Batam ditutup pada akhir bulan Agustus nanti.
Masyarakat Batam yang memiliki hak pilih, hanya dapat memilih pasangan calon yang telah disepakati oleh koalisi partai politik saat berada di bilik suara saja.
Tapi tidak dapat berkontribusi dalam mengusulkan pasangan calon kepada parpol.
Publik hanya dapat berperan pada saat menjadi sampel dari survey yang dilakukan untuk melihat opini popularitas dan elektabilitas.
Tapi keputusannya semua tergantung dari kepentingan partai politik.
Politik adalah seni tentang kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, bisa saja di akhir nanti ternyata Marlin justru diusung oleh Partai Golkar.
Kemudian Amsakar Achmad justru kembali kepada partai Nasdem.
Perbedaan pandangan politik di tingkat lokal, pada akhirnya akan dapat dikompromikan oleh petinggi-petinggi partai politik di tingkat pusat yang menang jelas memiliki kekuasaan untuk menentukankemungkinan-kemungkinan tersebut. (TribunBatam.id/Endra Kaputra)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Pilkada Batam 2024
Pilwako Batam 2024
Pilkada
Endri Sanopaka
Stisipol Raja Haji Tanjungpinang
Amsakar Achmad
Marlin Agustina
| Daftar 9 Berita Populer Hari Ini, Polisi Tewas Kecelakaan di Nongsa, KPU Sahkan Amsakar-Li Claudia |
|
|---|
| KPU Batam Segera Rapat Pleno Setelah Hakim MK Tolak Gugatan Sengketa Hasil Pilkada Batam 2024 |
|
|---|
| Breaking News, MK Sebut Gugatan Hasil Pilkada Batam Tak Dapat Diterima, KPU Segera Rapat Pleno |
|
|---|
| Nasib Sengketa Hasil Pilkada Batam 2024, KPU Tunggu Putusan Sela MK Rabu 5 Februari 2025 |
|
|---|
| Mahkamah Konstitusi Ungkap Putusan Sela Sidang Sengketa Hasil Pilkada Batam Rabu 5 Februari 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ketua-stisipol-raja-haji-tanjungpinang-endri-sanopaka-ssos-mpm.jpg)