BATAM TERKINI
Usai Tutup Operasional, Eks Bangunan Perusahaan Garmen di Batam Ini Berganti Nama
Bangunan eks PT BBA, perusahaan garmen di Batam kini berganti nama jadi PT Hok Seng Persada setelah tutup operasional beberapa waktu lalu
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Belakangan ini ujian berat bagi perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen dan produk tekstil di Indonesia.
Lesunya permintaan dan perebutan pasar luar negeri di negara-negara ekspor menjadi faktor dari permasalahan ini.
Sektor garmen atau pakaian menjadi jal yang paling terdampak. Karena pendapatan menurun tentunya berimbas kepada karyawan, di antaranya pemutusan hubungan kerja.
Beberapa perusahaan tekstil di Indonesia mengalami penurunan, banyak kasus PHK yang dilakukan oleh perusahaan.
Baca juga: PT BBA Batam Akui PHK Karyawan Akibat Sepi Orderan, Pastikan Sesuai Aturan
Salah satu perusahaan industri yang bergerak di bidang garmen di Batam Center, PT Bintan Bersatu Apparel (BBA) misalnya, saat ini sudah tutup operasionalnya.
Penutupan secara total telah dilakukan pada awal Februari 2024 lalu, dengan informasi terakhir ribuan karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja.
Tutupnya PT tersebut juga diduga disebabkan faktor minimnya orderan dari negara-negara tujuan ekspor barang.
Pantauan di lapangan, perusahaan yang dulunya bertuliskan PT Bintan Bersatu Aparel (BBA) kini sudah berganti nama.
PT yang terletak di Jalan Raja Alikelana, Belian, Batam Kota tersebut sudah berubah nama menjadi PT Hok Seng Persada.
Tak banyak aktivitas di sana. Hanya ada satu pintu dari pos jaga yang dibuka, pintu pos masuk gate 2 juga tampak tutup.
Di dalam perusahaan yang sudah berganti nama ini, hanya dijumpai beberapa unit mobil yang terparkir dan itu tidak banyak.
Belum diketahui secara pasti bergerak di bidang apa PT yang menempati lokasi lama PT BBA.
Baca juga: Perusahaan Garmen di Batam Sepi Orderan, Ratusan Karyawan Terdampak PHK
Sementara itu, pantauan terpisah di salah satu PT ternama yang bergerak di bidang garmen di kawasan Industri Tunas, masih banyak karyawan baik laki-laki maupun perempuan yang bekerja di PT tersebut.
Disinggung mengenai menurunnya pabrik tekstil yang tutup akibat alami kelesuhan, seorang pekerja di sana mengaku bersyukur, ia masih bertahan di tengah banyaknya berita PHK massal.
"Bersyukur saja masih bisa kerja. Kalau untuk lemburan, sudah nggak seperti dulu lagi, beda jauh," ujar seorang karyawan PT tersebut yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi, Jumat (21/6/2024) siang.
| Karambit Jadi Senjata Penusukan di Nagoya Batam, Korban Jalani Belasan Jahitan |
|
|---|
| Alasan Orang Tua Sakit Lalu Gadaikan Mobil Rental, Ternyata Caroline Butuh Uang Untuk Foya-foya |
|
|---|
| Demi Judi Online, Pria Ini Gasak Motor Tetangga, Berharap Untung Ternyata Buntung |
|
|---|
| Harga LPG Non-Subsidi Naik di Batam, Tabung 12 Kg Tembus Rp243 Ribu, Gas Melon Aman |
|
|---|
| Begal Sadis Menangis Saat Dikeroyok Warga di Batam, Ternyata Pelaku Seorang Residivis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21062024eks-bangunan-PT-BBA-berganti-nama.jpg)