KARIMUN TERKINI
Malam Satu Suro di Karimun Makin Meriah dengan Atraksi Reog Khas Ponorogo
Peringatan Malam Satu Suro atau Tahun Baru Islam di Karimun makin meriah dengan penampilan Reog khas Ponorogo.
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Alunan musik dan Reog khas Ponorogo mengalun di lapangan Bukit Sidomulyo, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam.
Peringatan malam 1 Suro yang sering dianggap dengan malam sakral serta diisi dengan ritual sejak zaman kesultanan, perlahan berubah sebagai hiburan masyarakat yang konon mengandung unsur magis yang kuat.
Pentas seni Reog khas Ponorogo di Karimun saat Malam 1 Suro tidak hanya mainkan oleh kelompok Reog Gembong Singo Mudo Karimun.
Kelompok Reog lain dari Kundur, Kabupaten Karimun; Kota Batam hingga Kota Tanjungpinang ikut serta.
Atraksi Reog atau dikenal dengan barongan juga menampilkan kuda lumping atau jaran kepang, warok, klono sewandono dan bujang ganong.
Masing-masing dari peran itu memiliki makna dan cerita serta asal usul dalam penampilannya.
Pertama, Singo barong merupakan sosok dengan topeng macan berhias bulu merak dengan ukuran sangat besar dan ditarikan dengan gerakan yang meliuk-liuk.
Penari barongan biasanya menggunakan dadak merak yang berukuran sangat besar berasal dari bulu burung merak dan disusun di lembaran rotan.
Singo barong memiliki berat 30 hingga 50 kilogram, dan bagi penari atau pemain hanya dikendalikan dengan kekuatan gigi atau rahang dari penarinya.
Kedua, Kuda lumping atau dikenal dengan jaran kepang merupakan sekelompok prajurit yang menunggang kuda.
Biasanya kuda lumping menyuguhkan prajurit berkuda, namun tak jarang penampilan kuda lumping ini juga menampilkan aksi kesurupan.
Sementara warok ini diperankan oleh laki-laki yang berjanggut lebat berbadan besar yang melambangkan seorang yang memiliki kekuatan mistis.
Baca juga: Penemuan Mayat Bayi Dibungkus Kaus Hitam Gambar Reog di Pacitan Gegerkan Warga
Karakter warok merupakan orang kaya akan petunjuk karena warok dapat memberikan pengajaran kepada orang lain tentang kehidupan yang baik.
Keempat, peran Klono Sewandono ini merupakan penari yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Batarangin.
Bahkan, dalam perannya Klono Sewandono juga membawa pecut samadiman atau cambuk dipercaya menjadi pusaka yang digunakan untuk mengalahkan lawannya.
| Cerita Tragis Nelayan Karimun yang Sempat Hanyut, Terombang Ambing Sampai Malaysia |
|
|---|
| Angin Puting Beliung Hantam Karimun, Warga Diminta Untuk Mengungsi Sementara |
|
|---|
| Pemerintah Kabupaten Karimun Raih Dua Penghargaan Dari KPK dan BKKBN |
|
|---|
| Insiden Menghebohkan di Pantai Pelalawan, Sebuah Boat Tanpa Awak Berputar Sendiri |
|
|---|
| Bupati Karimun Relokasi Pedagang Pasar Puan Maimun ke Blok D, Demi Penataan dan PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Reog-khas-Ponorogo-saat-Malam-1-Suro-di-Karimun-Kepri.jpg)