NATUNA TERKINI
Upaya Nyata Prajurit Lanud RSA Jaga Kedaulatan di Ujung Utara NKRI dan Bakti untuk Negeri
Jaga teritorial Natuna, Kepri di ujung utara NKRI, inilah sederet upaya Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad (RSA), termasuk bakti ke masyarakat
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Suara gemuruh terdengar keras di udara. Saat itu langit tampak cerah di Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad (RSA) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri, Senin (24/6/2024) lalu.
Dari kejauhan terlihat sebuah pesawat dengan sinaran lampu khasnya datang dari arah sebelah kanan pangkalan udara. Lalu pesawat melewati area pangkalan menuju lautan lepas yang berada tidak jauh dari lokasi.
Tak lama kemudian, pesawat terlihat memutar haluan, dan kembali ke arah pangkalan.
Lagi, suara gemuruh itu semakin keras terdengar. Hempasan angin yang dihasilkan dari baling-baling pesawat juga bisa dirasakan oleh awak media di Lanud RSA.
Baca juga: Ratusan Warga Natuna Antusias Ikut Bakti Sosial Kesehatan Lanud RSA di Pantai Piwang
Setelah mengambil posisi yang tepat, pesawat berukuran besar itu akhirnya mendarat dengan mulus di Pangkalan Udara TNI AU Lanud RSA Ranai.
Pesawat itu adalah pesawat C-130 Hercules dengan Tail Number A-1315 yang datang dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Pesawat Hercules ini merupakan satu dari sekian pesawat yang menjalankan misi Penerbangan Angkutan Udara Militer (PAUM) di Lanud RSA, dalam menjaga wilayah teritorial perbatasan di Natuna.
Kabupaten Natuna sendiri merupakan salah satu kabupaten terjauh, dan paling utara di Provinsi Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
Sehingga Pemerintah Pusat tidak henti-hentinya memberikan perhatian khusus terhadap kabupaten yang dikenal dengan penghasil minyak, dan gas ini.
Salah satu bentuk perhatian khusus Pemerintah Pusat, dengan terus meningkatkan kekuatan militer, dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang memadai. Seperti pesawat tempur, persenjataan militer modern hingga Penerbangan Angkutan Umum Militer (PAUM).
Hal itu dilakukan untuk menjaga wilayah teritorial perbatasan di kabupaten yang memiliki Gunung Ranai nan indah tersebut.
Dalam menjaga daerah perbatasan NKRI di bagian utara ini, TNI Angkat Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) terus melakukan kolaborasi.
Khususnya dalam hal menjalankan operasi untuk mengantisipasi segala ancaman yang muncul di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Saat menjalankan operasi, setiap pasukan TNI AD maupun pasukan TNI AL bergerak juga selalu dilindungi oleh pasukan TNI AU.
Ya, TNI AU Lanud RSA terlibat enam operasi dalam menjaga wilayah teritorial perbatasan kabupaten yang biasa disebut dengan Laut Sakti Rantau Bertuah ini.
Beberapa operasi yang dilakukan di antaranya pengamatan, pengintaian, patroli, dan lainnya.
Operasi militer yang dijalankan TNI AU ini ada yang hanya sekian hari. Namun ada juga yang hingga 366 hari dengan melibatkan berbagai jenis pesawat TNI AU.
"Jadwal operasi kita itu bisa lama, dan penggunaan pesawat untuk menjalankan operasi itu tergantung operasi yang dilaksanakan," ucap Komandan Lanud RSA, Dedy Iskandar kepada Tribunbatam.id, baru-baru ini.
Selain menjalankan operasi dengan Matra lain, pasukan langit ini juga melakukan patroli secara rutin. Di antaranya, ada patroli langsung dengan kembali ke home base.
Ada juga patroli yang harus landing di Pangkalan Udara Lanud RSA, dan setelah itu terbang, dan kembali ke home basenya masing-masing.
"Jadi Natuna ini secara tidak langsung merupakan kapal induk kita dalam menjaga perbatasan NKRI," ucapnya.
Selama Lanud RSA berdiri di Kabupaten Natuna, sejauh ini memang ada beberapa ancaman yang berpotensi mengancam kedaulatan NKRI.
Salah satunya terkait masuknya kapal dari negara tetangga yang berada di bagian Utara Natuna.
Sehingga, TNI AU selalu bekerja sama dengan TNI AL, dan TNI AD untuk melaksanakan operasi bersama.
"Biasanya ketika kita melakukan penerbangan, dan ada target yang mencurigakan, kita segera menginformasikan kepada teman-teman matra lain. Nanti mereka yang memantau langsung ke lokasi. Namun, sejauh ini wilayah perbatasan kita masih aman," tegasnya.
Dalam misi operasi, TNI AU juga terlibat dalam dukungan angkutan pengiriman logistik. Pengiriman logistik ini ada yang tidak terjadwal, dan ada yang terjadwal.
"Khusus yang terjadwal, dalam satu bulan ada dua kali melaksanakan angkutan logistik menggunakan pesawat TNI AU," jelasnya.
Berbagai upaya, dan kerja keras TNI di wilayah perbatasan, khususnya TNI AU memang tidak bisa dinafikan lagi.
Hal ini juga terlaksana berkat dukungan Pemerintah Daerah, intansi terkait, dan masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Natuna sendiri.
Baca juga: Jaga Teritorial Natuna, Lanud RSA Terlibat 6 Operasi, Ada yang Waktunya Setahun
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas negara untuk operasi militer, TNI AU dari Lanud RSA ini juga bisa berbaur di tengah-tengah masyarakat.
Keberadaan Lanud RSA sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kabupaten yang masuk sebagai wilayah Geopark Nasional di Indonesia ini.
Apalagi di masa kepemimpinan Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA), Natuna, Kolonel Pnb Dedy Iskandar sejak bertugas di bulan Juli 2023 lalu.
Berbagai terobosan untuk bisa dekat dengan masyarakat merupakan salah satu hal yang penting bagi Komandan Lanud RSA kelahiran Gresik, 26 April 1977 ini.
Salah satunya dalam hal misi kemanusiaan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pertolongan medis yang memadai di Natuna. TNI AU selalu siap melayani dalam memfasilitasi keberangkatan pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain di luar Natuna, seperti Batam.
"Meski TNI AU menjaga kedaulatan negara di udara, kita juga harus bisa membantu masyarakat, dan berbaur di tengah-tengah masyarakat. Soalnya selain operasi militer perang, kita juga ada operasi militer selain perang, dan ini salah satunya," terangnya.
Buka Pasar Minggu Ria
Tidak hanya dari sisi kemanusian, dari sisi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Lanud RSA membuka Pasar Minggu Ria di kawasan tepi pantai Lanud RSA sendiri.
Dalam kegiatan Pasar Minggu Ria itu pihak Lanud RSA menyediakan 30 tenda secara gratis untuk tempat para UMKM berjualan.
Selain itu, Lanud RSA juga mengadakan festival layang-layang yang bertujuan untuk melestarikan budaya, dan tradisi bangsa Indonesia yang sudah ada sejak zaman dahulu.
Festival ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, dan sportivitas masyarakat, serta untuk mempererat tali silaturahmi antar warga Natuna bersama TNI AU.
Bahkan, untuk mendukung pemain-pemain voli di Natuna pada kegiatan Bupati Cup, Lanud RSA mengundang pemain-pemain voli Nasional untuk memberikan motivasi kepada pemain voli yang ada di Natuna.
Gelar Bakti Sosial Kesehatan
Tidak hanya itu, Lanud RSA juga mengadakan bakti sosial kesehatan untuk masyarakat secara gratis. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-77 TNI Angkatan Udara (AU), dengan mendatangkan dokter spesialis dari Mabes TNI AU. Dampak kegiatan ini sangat dirasakan masyarakat.
Ratusan warga memadati kegiatan bakti sosial kesehatan yang digelar Lanud RSA di Pantai Piwang, Rabu (10/7/2024) lalu.
Dari pantauan Tribunbatam.id di lokasi, warga mulai berdatangan ke lokasi sekira pukul 08.00 WIB.
Warga lalu antre di tenda yang disediakan pihak Lanud RSA di lokasi.
Baca juga: Prajurit Lanud RSA Natuna Olahraga Bersama, Jaga Stamina dan Kekompakan saat Ramadan
Berikutnya, satu per satu warga dipanggil petugas kesehatan untuk dicek kesehatannya.
Dalam kegiatan ini, ada beberapa pelayanan kesehatan yang diberikan, seperti pengecekan kesehatan antenatal care, dan USG kehamilan, pengecekan tumbuh kembang anak, pengecekan penyakit dalam, pemeriksaan dan pengobatan gigi, dan donor darah.

Tujuh dokter spesialis diturunkan dalam kegiatan ini, baik dari dokter Dinas Kesehatan Mabes AU, dan RSAU Lanud Raden Sadjad.
Respons masyarakat luar biasa. Dari kuota 100 orang, sampai 620 warga yang mendaftar untuk dicek kesehatannya.
Seorang warga, Yati yang memeriksakan kesehatan matanya, berharap kegiatan yang digelar Lanud RSA dapat berkelanjutan.
"Kalau bisa kegiatan seperti ini bisa digelar berkelanjutan," harapnya.
Supaya masyarakat merasa nyaman berada di wilayah perbatasan, Lanud RSA juga beberapa kali melakukan open house dengan mendatangkan pesawat-pesawat TNI AU.
Baik itu pesawat angkut, pesawat F-16 dan pesawat lainnya didatangkan dan dikenalkan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan supaya masyarakat mengetahui bahwa TNI AU hadir dengan alutsistanya yang siap menjaga wilayah udara ataupun wilayah perbatasan Natuna.
"Keberadaan Lanud RSA sangat kami rasakan, baik itu dari segi kemanusian, membantu perekonomian masyarakat UMKM, dan keamanan di wilayah perbatasan Kepri ini," ucap Nela, seorang warga yang hadir dalam kegiatan bakti sosial kesehatan Lanud RSA di Pantai Piwang.
Sosok Dedy Iskandar
Danlanud RSA, Dedy Iskandar merupakan alumni Akademi Angkatan Udara tahun 1998. Ia lahir di Gresik, 26 April 1977.
Keseharian Dedy memang cukup dikenal oleh masyarakat di tempatnya bertugas, termasuk di Natuna.
Pengabdiannya untuk masyarakat tidak diragukan lagi.
Baca juga: Lanud RSA Natuna Fasilitasi Muhammad Raffi Alfitra Berangkat Ikut Seleksi Pusat
Dedy sendiri merupakan seorang pilot atau penerbang tempur yang handal. Mulai dari pesawat tempur TNI AU jenis Sukhoi, Hawk, dan Super Tucano pernah diterbangkannya.
Setelah lulus perwira remaja, ia melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Penerbang (Sekbang), dan lulus di tahun 2000.
Penempatan pertamanya bertugas di Skadron I di Spadio di Kota Pontianak.

Di sana dia menerbangkan pesawat tempur jenis Hawk 100-200 sekitar 7 tahun.
Lama bertugas di Pontianak, Dedy kemudian ditarik ke Skadron Udara 11. Di situ ia menerbangkan pesawat Sukhoi.
Setelah mengemban tugas sekitar 2 tahun lamanya, Dedy mengikuti Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) di Yogyakarta, dan menjadi instruktur sekitar 3 tahun.
Dari sana tepat di tahun 2012, ia mendapat perintah untuk bertugas di Skadron Udara 21 di Kota Malang dengan menerbangkan pesawat Super Tucano.
Saat bertugas di Malang, ia diangkat menjadi Komandan di Skadron tersebut. Tidak lama kemudian, ia mendapatkan tugas di Staf Operasi Mabes TNI AU hingga 2 tahun 6 bulan.
Kemudian, diangkat menjadi Kasubdis Pangkalan selama 8 bulan. Dari sana kembali ke Kota Malang menjadi Kepala Dinas Personil selama 4 bulan. Lalu ditarik ke Kota Pontianak menjadi komandan Wing Udara selama 4 bulan.
Setelah itu mengikuti Sesko di China tahun 2014, dan Sesko TNI 2021 di Kota Bandung selama 8 bulan.
Dari sana menjadi Paban Satu Staf Perencanaan dan Anggaran yang bertugas di Mabes AU sekitar 1 tahun lebih. Setelah itu ditugaskan sebagai Komandan Lanud RSA hingga saat ini. Ia dilantik pada tanggal 5 Juli 2023 lalu. Masa tugasnya di Natuna sudah setahun lebih. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Perumda Tirta Nusa Perluas Layanan Air Bersih di Natuna, SPAM Ceruk Kini Resmi Diambil Alih |
![]() |
---|
Cegah Stunting Sejak Dini, DP3AP2KB Natuna Ingatkan Peran Remaja Hingga Calon Pengantin |
![]() |
---|
Pemkab Natuna Tata Kawasan Batu Kapal, Bupati Cen Sebut Ada Pembangunan Besar Jadi Destinasi Wisata |
![]() |
---|
Sindu Indah, Destinasi Baru di Batu Sindu Natuna yang Sajikan Panorama Alam Berbalut Kuliner |
![]() |
---|
Kisah Dermawan, Sang Pewaris Tari Tupeng Semangat Menjaga Warisan Budaya Natuna |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.