LINGGA TERKINI
Inovasi Kemenag Lingga Lewat Program Lantera, Legalisir Buku Nikah Terbanyak
Inovasi Kemenag Lingga lewat program Lantera memudahkan warga dalam mengurus layanan administrasi.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Inovasi Layanan Terapung Keagaaman (Lantera) dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lingga terus menyasar wilayah pulau-pulau.
Pelayanan tersebut di lakukan di atas perahu, dengan berbagai layanan.
Berbagai jenis layanan diberikan sesuai standar yang sudah ditentukan sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Kantor Kemenag Lingga.
"Di antara berbagai layanan yang disediakan di atas perahu Lantera, legalisir buku nikah jadi favorit," ungkap Ketua Tim Lantaran, Abdurokhman.
Selain itu lanjut Rokhman, ada juga pengurusan paspor kebutuhan haji dan umroh, anak masuk sekolah dan masih banyak lagi.
Salah seorang warga, Mahadun dari Dusun Mabung, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Bakung Serumpun misalnya.
Dia ikut mengurus saat perahu Lantera Kemenag Lingga berlabuh di desanya.
Mahadun menjelaskan, bahwa legalisir buku nikah sangat dibutuhkan.
"Terutama untuk anak masuk sekolah, pengurusan akte kelahiran. Bahkan pihak Bank saat ini mempersyaratkan legalisir buku nikah untuk penyaluran kredit," ujarnya.
Dia turut mengucapkan terima kasih kepada pihak Kemenag Lingga, yang sudah hadir di kampungnya.
Mahadun menilai layanan ini sangat membantu warga, terutama di pulau-pulau kecil yang jauh dari pusat perkantoran Kecamatan maupun di Ibukota Kabupaten Lingga, Daik.
Hal ini memudahkan mereka, agar tidak perlu jauh-jauh menyeberangi laut untuk mengurus layanan tersebut.
Baca juga: Puskesmas di Lingga Datangi SMAN 1 Posek Sosialisasikan Bahaya Narkotika
"Terutama terkait biaya transportasi yang harus kami keluarkan jika harus meminta legalisir ke KUA Senayang," imbuhnya.
Diketahui, di atas perahu sudah tersedia genset, printer dan mesin fotokopi mini yang sudah dilayani gratis oleh pihak Kemenag.
Perahu Lantera Bawa Pesan Moderasi Agama Hingga ke Masyarakat Suku Laut
Layanan Lantera menjangkau wilayah kepulauan di kawasan terpencil, termasuk yang dirasakan bagi masyarakat suku laut atau Kumunitas Adat Terpencil (KAT) Kabupaten Lingga.
| Rumah Panggung Melayu Ditempati Sejak 1960 di Lingga Rusak Dihantam Puting Beliung |
|
|---|
| Warga Binaan Maupun Petugas Lapas Dabo di Lingga Dites Urine, Ini Hasilnya |
|
|---|
| Warga Pekaka Protes, Kebun Sagu Diduga Tergusur Aktivitas Perusahaan Sawit di Lingga |
|
|---|
| Pria di Lingga Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Polisi Beberkan Hasil Visum |
|
|---|
| Pemilik Kedai Kopi Balang di Daik Lingga Larang Keras Praktik Perjudian di Tempatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Inovasi-Kemenag-Lingga.jpg)