BINTAN TERKINI
Cegah Monkeypox Masuk Bintan, Dinkes dan KKP Perketat Awasi Pelabuhan dari Mpox
Dinkes dan KKP Bintan bersinergi cegah masuknya Monkeypox atau Mpox dengan memperketat pengawasan pelabuhan.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bintan mencegah masuknya Monkeypox atau Mpox.
Mereka memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan di Kabupaten Bintan.
Tujuan kerjasama tersebut tak lain mencegah penularan penyakit cacar monyet akibat infeksi monkeypox virus (MPXV) dari luar Bintan, khususnya dari luar negeri.
Kepala Dinas Kesehatan Bintan Retno Riswati, mengatakan, pelabuhan yang bakal di pantau petugas adalah, pelabuhan Bandar Bintan Telani (BBT), Kawasan Wisata Lagoi Bintan dari Singapura.
Serta Pelabuhan Regional Sei Kolak Kijang Kota, Bintan Timur.
"Kami tetap waspada penularan virus MPXV dari luar Bintan," kata Retno, Rabu (4/9/2024).
Apalagi kata Retno, khusus di wilayah Bintan, sejauh ini virus MPXV tidak ada terdeteksi di Kabupaten Bintan.
"Tentu yang kami inginkan, virus tersebut jangan sampai masuk di Kabupaten Bintan. Untuk itu mari kita kerjasama mengatasi hal itu," ajak dia.
Dikatakannya, selain melakukan pencegahan dari luar, Pemkab Bintan juga telah siap untuk melakukan penanganan penyakit itu di fasilitas kesehatan yang ada di Bintan.
"Seandainya ada warga yang terpapar virus itu maka, pelayanan kesehatan kita suda siapkan," jelasnya.
Bahkan saat ini di semua Puskesmas di Bintan telah melakukan sosialisasi pencegahan penyakit cacar monyet itu, baik melalui media sosial, media masa hingga interaktif dengan warga.
Baca juga: Waspada Monkeypox, Pelabuhan SBP Tanjungpinang Dipasang Alat Pengukur Suhu Tubuh
Retno menerangkan cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh MPXV yang ditularkan lewat binatang ke manusia.
Bahkan saat ini telah menukar dari manusia ke manusia.
Adapun gejala cacar monyet ke orang di antaranya, demam dan nyeri otot, ruam seperti kudis-kudis bernanah dan kropeng.
Kemudian pembengkakan kelenjar getah bening baik diketiak, selangkangan serta leher. Lalu, nyeri kepala, batuk, pilek.
Sedangkan penularan penyakit itu di antaranya, percikan air liur orang yang mengidap sakit Mpox.
Baca juga: WHO Ganti Nama Cacar Monyet Monkeypox Jadi Mpox
Selain itu, terjadi kontak langsung kulit ke kulit, hubungan badan, serta benda yang terkontaminasi virus itu.
Pencegahannya, memakai master dan etika batuk, dan jangan lakukan yang berkaitan dengan sistem penularan penyakit itu.
Serta sering cuci tangan dengan sabun, itu salah satu solusinya.
"Mari kita tetap jaga kesehatan diri sendiri maupun keluar kita masing-masing agar tetap sehat," ajak Retno. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Anugerah Galanova Award 2026, Bupati Roby Harapkan OPD Terus Berinovasi |
|
|---|
| Lima Nelayan Bintan Ditahan Otoritas Malaysia, HNSI Kepri Minta Pendampingan dan Perlindungan |
|
|---|
| Guru Olahraga di Bintan Rudapaksa Muridnya, Pelaku Ditangkap di Rumah Orangtuanya |
|
|---|
| Bupati Bintan Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup III Tahun 2026, Total Hadiah Rp 40 Juta |
|
|---|
| Chatting Terbongkar, Pria di Bintan Utara Ditangkap Usai Lakukan Asusila Ke Anak Dibawah Umur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Monkeypox-di-Bintan-Kepri-sxvkln.jpg)