Rabu, 27 Mei 2026

PENEMUAN MAYAT DI KARIMUN

Didatangi lewat Mimpi, Ibunda Cintami Ungkap Pesan Anaknya: Diminta Datang ke Sekolah

Ibunda Cintami, remaja 16 tahun di Karimun yang nekat lompat ke laut, ngaku sempat didatangi mendiang anaknya lewat mimpi supaya datang ke sekolah

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/ist
Foto Cintami Putri Febriza (17), pelajar di Karimun semasa hidup 

"Awalnya Kepseknya mengizinkan saya datang ke sekolah Senin kemarin, tetapi begitu saya ke sekolah, saya justru tidak diizinkan masuk ke kelas. Alasannya harus izin dulu ke Dinas Pendidikan," ujarnya.

Menurutnya, pihak sekolah telah memberatkan pihak keluarga korban untuk datang ke sekolah, dengan alasan takut muridnya tidak mau bersekolah.

"Kepseknya khawatir siswanya akan down, sementara anak saya sudah tidak ada lagi. Saya datang ke sekolah cuma mau meminta kesaksian kalau anak saya ini dibully," ujarnya sambil terisak. 

Penemuan Mayat Korban

Sebelumnya diberitakan, pencarian Cintami Putri Febriza, seorang remaja di Karimun yang dilaporkan hilang sejak Senin (2/9/2024) akhirnya membuahkan hasil.

Remaja putri berumur 16 tahun itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di Perairan Pulau Panjang, Desa Degong, Kecamatan Belat, Rabu (4/9/2024).

Cintami ditemukan dengan kondisi tubuh mengapung serta masih mengenakan seragam sekolah putih abu-abu.

Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sarianto mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh nelayan sekira pukul 10.00 WIB.

"Benar, korban ditemukan oleh nelayan dengan kondisi yang mengambang. Kemudian melaporkan itu ke pihak desa sekira pukul 10.00 WIB," ujar Iptu Sarianto.

Jenazah remaja putri di Karimun itu dibawa ke RSUD Tanjungbatu.

Kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Baca juga: Remaja 16 Tahun di Karimun Nekat Lompat ke Laut Diduga Jadi Korban Bullying

Cintami Putri Febriza sebelumnya dilaporkan berada di dermaga Airud, Kampung Balak, Sei Sebesi, Kecamatan Kundur kemudian terjun ke laut.

Dugaan awal, ia nekat terjun ke laut karena kerap menjadi korban perundungan (bullying) oleh rekan-rekannya.

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi.

Atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved