Lapangan Futsal dan GOR Bulu Tangkis di Batam Kena Pajak, Bapenda Kejar Target Rp 2,2 Miliar
Bapenda Batam mengenakan pajak kepada lapangan futsal dan GOR Bulu Tangkis demi kejar target Rp 2,2 Miliar tahun ini.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam terus menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.
Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor olahraga dan rekreasi menjadi andalan baru untuk mendongkrak penerimaan daerah.
Berbagai fasilitas olahraga seperti GOR bulu tangkis, lapangan futsal, dan pusat kebugaran kini dikenakan pajak.
Begitu pula dengan tempat rekreasi dan wisata.
"Target APBD tercapai, namun di APBD-P target kami dinaikkan, sehingga perlu langkah optimalisasi agar bisa capai target. Selain itu, faktor defisitnya dana transfer dari pusat juga menjadi faktor untuk menemukan cara agar penerimaan dari pajak bisa lebih baik,” ujar Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah, Jumat (11/10/2024).
Hingga saat ini, realisasi pajak dari sektor olahraga telah mencapai Rp1,2 miliar atau 58,57 persen dari target Rp2,2 miliar.
Baca juga: Pemprov Kepri Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Termasuk Warga Natuna
Sementara pajak dari wahana rekreasi dan tempat wisata mencapai Rp233 juta atau 572 persen dari target Rp40,8 juta.
“Yang over penerimaan itu adalah pajak reklame berjalan pada kendaraan dari target Rp43 juta, sudah tercapai Rp929 juta atau 1.969 persen,” kata Azmansyah.
Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, Bapenda Batam telah menjalankan sejumlah strategi.
Salah satunya adalah program relaksasi pajak yang diharapkan dapat merangsang wajib pajak untuk melunasi tunggakan.
Selain itu, Bapenda juga aktif melakukan penarikan piutang pajak yang macet.
Baca juga: Bapenda Batam Pasang Spanduk di Da Vienna Boutique Hotel, Nunggak Pajak Rp 4 Miliar
"Piutang kan nilainya cukup banyak. Kalau bisa ditarik semua tentunya. Setiap tahun kita menargetkan piutang yang bisa ditarik mencapai Rp40 miliar.
Ini upaya untuk mencapai realisasi target yang sudah ditetapkan,” kata Azmansyah.
Strategi lain yang dijalankan adalah menjaring objek pajak baru. Bapenda Batam melakukan survei terhadap usaha di sektor makanan dan minuman.
“Terbaru kami juga melakukan survei terhadap objek pajak baru di sektor makan dan minum. Dengan harapan tahun 2025 penerimaan lebih optimal,” kata Azmansyah.
| Harga LPG Non-Subsidi Naik di Batam, Tabung 12 Kg Tembus Rp243 Ribu, Gas Melon Aman |
|
|---|
| Begal Sadis Menangis Saat Dikeroyok Warga di Batam, Ternyata Pelaku Seorang Residivis |
|
|---|
| Momentum Hari Bumi, BP Batam Kukuhkan 600 Satgas Gema ASRI di Rempang |
|
|---|
| Radisson Golf & Convention Center Batam Rayakan Hari Kartini dengan Gathering dan Afternoon Tea |
|
|---|
| Bupati Cen Semangati 36 CJH Natuna di Asrama Haji Batam Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-bp2rd-kota-batam-raja-azmansyah.jpg)