KASUS ASUSILA DI BATAM

Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Seorang Wanita di Food Court Batam

Polisi selidiki kasus pelecehan seksual yang terjadi di pujasera kawasan Nagoya Batam, Senin (14/10) malam. Korban saat itu tengah makan bersama teman

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
LAPORAN POLISI - Surat laporan polisi dari korban NR di Polsek Lubuk Baja terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pelaku MA 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polsek Lubuk Baja tengah menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di sebuah pujasera di kawasan Nagoya, Batam.

Seorang pria berinisial MA (33) dilaporkan, setelah diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang wanita berinisial NR (30) pada Senin (14/10/2024) malam.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yudi Arvian melalui Kanit Reskrim AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan, laporan terkait kejadian tersebut sudah diterima.

Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Alami Pelecehan Seksual, Wanita NR Laporkan Seorang Pria ke Polsek Lubuk Baja Batam

“Laporan sudah kami terima, dan saat ini kami sedang dalam proses lidik untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya, Rabu (16/10/2024).

Ia mengatakan, jika perbuatan pelaku benar terbukti, maka dapat dikenakan pasal pelecehan maupun tindak pidana kekerasan seksual.

Saat ini polisi sedang memeriksa sejumlah saksi di lokasi dan mengumpulkan bukti untuk menindaklanjuti laporan korban.

Sebelumnya diberitakan, korban NR melaporkan peristiwa buruk yang dialaminya.

Menurut keterangan NR, kejadian bermula saat dirinya sedang menikmati makan malam bersama temannya, A, di pujasera.

Namun tiba-tiba, pelaku mendekati dari belakang dan melakukan tindakan pelecehan dengan menyentuh dan memegang bagian sensitif di dadanya secara paksa.

Korban syok. Dia merasa terhina dan dipermalukan atas perbuatan MA. Apalagi peristiwa tersebut terjadi di tempat umum.

"Saya sedang makan dengan teman saat itu, tiba-tiba dia datang dari belakang," katanya.

Ketika NR menegur pelaku, MA hanya tertawa dan pergi begitu saja.

Baca juga: Bupati Natuna dan Kasatreskrim Polres Natuna Geram Pelecehan Perempuan dan Anak Marak

Korban dan temannya sempat ingin mengejar pelaku saat itu, namun pelaku dengan cepat meninggalkan lokasi.

Tak diam begitu saja, NR berhasil menghubungi seorang tokoh setempat untuk melacak pelaku.

Namun, saat dihubungi via melalui telepon, pelaku bersikap menantang. 

"Dia menyuruh saya melaporkannya ke polisi, seakan-akan tidak takut dengan apa yang telah dilakukannya," tutur NR.

Menurut korban, ia tak mengenal pelaku.

Sementara menurut keterangan pelaku, dia pernah membantu korban, sehingga terjadi interaksi di antara mereka. 

Insiden ini memicu kemarahan korban. Kasus pelecehan seksuan ini lalu dilaporkan ke Polsek Lubuk Baja. (Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved