Jumat, 1 Mei 2026

PELABUHAN PELNI DI BATAM

Pelabuhan Batuampar Panas Tanpa Pendingin Udara, Beda Jauh Dengan Pelabuhan Ferry Internasional

Kapal Pelni kembali beroperasi setelah satu bulan dihentikan pada rute Batam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Beres
Suasana penumpang kapal Pelni memadati pintu terminal dan ruang tunggu 

TRIBUNBATAM id, BATAM - Pagi itu, suasana di Terminal Pelabuhan Batu Ampar, yang biasa digunakan untuk keberangkatan penumpang tampak padat dan semrawut.

Penumpang berdesak-desakan di tengah hujan yang mengguyur Kota Batam, membuat situasi semakin kacau.

Hujan yang turun tiba-tiba memaksa para penumpang yang awalnya berada di lapangan langsung berhamburan menuju pintu terminal. 

Mereka berharap pintu segera dibuka untuk berlindung dari hujan. Namun, meski sudah berkumpul di depan pintu, pintu terminal tak kunjung dibuka. Penumpang pun mulai memohon agar pintu dibuka, membuat suasana semakin riuh.

Petugas terminal, tampak kewalahan menertibkan para calon penumpang yang semakin tak sabar. Beberapa penumpang bahkan membawa barang bawaan mereka seperti tas, koper, hingga karton, dan menumpuknya di depan pintu terminal, menyebabkan jalanan menjadi sempit dan sulit dilewati.

Pantauan Tribunbatam.id, Sabtu (19/10/2024) suasana itu tampak riuh, apalagi saat pintu terminal dibuka warga langsung berdesakan memasuki. 

Baca juga: Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin Ajak Seluruh Elemen Kawal RUU Daerah Kepulauan

Setelah memasuki terminal, suasana berbeda menghampiri. Hawa panas menyelimuti ratusan penumpang, apalagi di dalam ruang tunggu AC tak menyala dan kipas tak tersedia. 

"Gak pernah berubah layanan di pelabuhan ini. Diluar hujan, di dalam panas. Dari tahun lalu begini terus," ujar penumpang Via sembari mengusap keringat.

Bertahun-tahun pelabuhan yang menjadi kebanggaan warga Batam ini tidak kunjung diperbaiki, bahkan untuk sekedar fasilitas yang memadai.

Berbeda halnya dengan pelabuhan Ferry bertaraf Internasiona. Pelabuhannya bersih dan sangat sejuk karena dilengkapi dengan pendingin udara.

Tak heran, ketika berada di dalam ruangan tersebut, ratusan penumpang lainnya juga turut merasakan hal yang sama yakni hawa panas. Apalagi bagi mereka yang menggendong anak bayi, bayi kadang rewel. 

Baca juga: Kecelakaan di Batam Dekat Sei Ladi, Pengemudi Tak Bisa Kendalikan Pikap Karena Jalan Licin

Meski kapal masih lama diberangkatkan, para penumpang memiliki lebih awal datang ke pelabuhan. 

Pagi itu, kapal Pelni KM Dorolonda baru saja tiba dari Tanjung Priok, Jakarta. Kapal bersandar di dermaga Selatan, kapal menurunkan ribuan penumpang. 

Sementara itu, kapal yang sama dijadwalkan akan berangkat lagi dari Batam menuju Tanjung Balai Karimun dan Belawan pada pukul 14.00 WIB. 

Antrian yang panjang dan kurangnya koordinasi di terminal membuat suasana semakin tidak terkendali, menciptakan kesan semrawut yang diperburuk oleh kondisi cuaca. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved