Minggu, 10 Mei 2026

Perubahan Cuaca di Natuna Belum Ganggu Hasil Tangkap Nelayan, Ikan Masih Melimpah

Hasil tangkap nelayan di Natuna masih stabil, meski cuaca saat ini kurang bersahabat. Nelayan memperkirakan musim utara akan masuk beberapa pekan lagi

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Birri
BONGKAR MUAT - Suasana bongkar muat ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Nelayan Pering, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Minggu (20/10/2024). Hasil tangkap ikan oleh nelayan saat ini masih banyak, meski cuaca kurang bersahabat 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Meski cuaca kurang bersahabat, hasil tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, terbilang tinggi, sehingga harganya pun di pasar tetap normal.

Kondisi ini diungkapkan para nelayan di Pelabuhan Pering, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, seiring belum berpengaruhnya cuaca terhadap hasil tangkapan mereka.

Dari pantauan Tribunbatam.id pada Minggu (20/10/2024), sejumlah kapal penangkap ikan atau nelayan lokal mulai berdatangan di Pelabuhan Pering, guna membongkar hasil tangkapannya, lalu dijual ke pasaran.

"Alhamdulillah, hampir beberapa pekan ini hasil tangkapan ikan kami cukup banyak, tapi sebulan yang lalu sempat merosot akibat angin kencang," ujar Iwan,  seorang nelayan.

Baca juga: Hasil Ikan dan Kepiting Kepri Ekspor Tujuan Singapura, China Hingga Hongkong

Para pemborong hingga pengepul ikan satu persatu memborong hasil tangkapannya untuk dijual kembali kepada warga.

Tak jarang, masyarakat sekitar juga banyak berbondong-bondong ingin membeli ikan langsung kepada nelayan yang baru tiba itu. Pasalnya harga yang dibanderol jauh dari harga di pasar.

"Dengan banyaknya hasil tangkapan ini, rezeki kami pun akan stabil seperti biasa, karena kita juga ada anak buah," tambah Iwan.

Meski demikian, ia memprediksi dalam beberapa pekan kedepan ia dan para nelayan lainnya akan menghadapi kondisi musim Utara.

Cuaca di laut saat itu sangat berisiko bagi mereka.

Bahkan ia menyebut, para nelayan tidak turun ke laut karena gelombang tinggi dan hasil tangkapan biasanya minim.

"Biasanya kita tetap cari ikan tergantung cuacanya, tapi hasil tangkapan pasti berkurang dan harga ikan melompat naik," imbuhnya.

Sementara nelayan lainnya, Pendi menuturkan, harga ikan yang dijual nelayan saat ini berkisar Rp15 hingga Rp20 ribu per kilogram.

"Tergantung jenis ikannya, di sini rata-rata kami nelayan ikan tongkol, ada tongkol jenis dabat di harga Rp20 ribu, sedangkan jenis surat dan semangka hanya Rp15 ribu saja," ujarnya.

Ia melanjutkan, harga tersebut normal ketika hasil tangkapan nelayan memadai.

Baca juga: Stok Sedikit, Harga Ikan di Pasar Modern Ranai Natuna Mulai Naik Dipicu Cuaca Ekstrem

Menurut Pendi, meningkatnya hasil tangkapan sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved