nasional

Prabowo Boyong Peliharaan ke Istana, Bakal Punya Jabatan Khusus seperti Kucing PM Inggris?

Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto setelah dilantik memboyong kucing peliharaannya bernama Bobby masuk ke istana.

Editor: Khistian Tauqid
Instagram/bobbykertanegara
Prabowo Subianto dan kucingnya, Bobby Kertanegara. 

TRIBUNBATAM.id - Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto setelah dilantik memboyong kucing peliharaannya bernama Bobby masuk ke istana.

Peliharaan Prabowo tersebut lantas menjadi sorotan karena memiliki nasib yang mirip dengan kucing milik Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

Seperti diketahui, Keir Starmer terpilih jadi Perdana Menteri Inggris (PM) yang baru menggantikan Rishi Sunak dalam Pemilu yang digelar pada Kamis (4/7/2024).

Baca juga: Sosok Veronica Tan Mantan Istri Ahok Jadi Wakil Menteri PPPA di Kabinet Prabowo, Ini Rekam Jejaknya

Tempat tinggal dan kantor perdana menteri Inggris sejak tahun 1735 yang masih digunakan sampai sekarang berlokasi di 10 Downing Street.

Tempat tersebut tak kalah terkenal dengan kantor Presiden Amerika Serikat di Gedung Putih.

Khusus di Indonesia juga memiliki kantor presiden yang berada tepat di samping Istana Negara di Jakarta.

Paling menjadi sorotan adalah kucing yang berada di kantor PM Inggris yang bermana Larry.

Larry sudah dianggap sebagai 'pegawai' di kantor PM Inggris.

Bukan karyawan biasa, Larry punya jabatan khusus sebagai kepala rumah tangga spesialisasi pemburu tikus.

Di tengah penyambutan PM Inggris yang baru, kucing kantor presiden Si Larry jadi pusat perhatian.

Kucing putih dan belang-belang ini menyandang gelar resmi sebagai Kepala Pemburu Tikus di Kantor  PM Inggris.

Dia terlihat berjalan santai  di sekitar pintu hitam mengilap yang terkenal di Nomor 10 Downing Street.

Baca juga: Daftar Formasi Menteri Kabinet Merah Putih Besutan Prabowo-Gibran

Beberapa wartawan sermbari menunggu PM Inggris yang baru tak lupa mengabadikan si Larry.

Yah, Larry telah tinggal di pusat kekuasaan Inggris sejak 2011.

Saat itu dia dibawa ke sana oleh perdana menteri saat itu David Cameron.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved