Sabtu, 18 April 2026

OKNUM TNI SERANG WARGA

Alasan Puluhan Oknum TNI Serang Desa Selamat di Deliserdang, Bermula dari Cekcok di Jalan?

Alasan puluhan oknum TNI menyerang Desa Selamat di Deli Serdang, pada Jumat (8/11/2024).

Editor: Khistian Tauqid
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Komandan Batalyon Artileri Medan 2, Letkol Arm Herman Santoso (seragam TNI) menanggapi ratusan warga yang menggeruduk Batalyon Armed akibat sejumlah anak buahnya diduga membantai warga sipil di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (9/11/2024). Ia berjanji bertanggungjawab atas insiden yang menyebabkan korban jiwa dan luka. 

TRIBUNBATAM.id - Kepala Desa Selamat, Bahrun mengungkap dugaan alasan puluhan oknum prajurit TNI menyerang warganya, pada Jumat (8/11/2024).

Seperti diketahui, puluhan oknum prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan menyerang warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Puluhan oknum prajurit TNI datang ke Desa Selamat tanpa seragam dan beberapa membawa senjata tajam.

Baca juga: Kronologi Puluhan Oknum TNI Serang Desa di Deliserdang, Kades: Mereka Menyerang Membabi buta

Kedatangan puluhan oknum prajurit TNI menyisir desa lalu menyerang warga secara brutal.

Bukan cuma di jalan, oknum prajurit TNI itu juga menyerang warga Desa Selamat yang berada di rumah.

Bahrun mendapatkan informasi bahwa puluhan oknum TNI itu menanyai warga keberadaan pemuda yang cekcok dengan mereka saat melintas di jalan. 

”Kami tidak tahu pasti alasan mereka menyerang warga kami. Kata mereka, ada cekcok antara anggota Armed dengan warga saat melintas di jalan dengan sepeda motor. Mereka menyerang kami dengan membabi buta,” kata Bahrun saat acara adat pemakaman Raden, Minggu (10/11/2024).

Para prajurit TNI itu mendobrak rumah warga, bahkan ada yang diseret keluar, dipukuli, dan beberapa dihantam dengan pisau.

Seorang warga mengalami luka sobek cukup besar di kepala dan masih dirawat intensif di rumah sakit. 

Sementara, salah satu warga, Raden Barus (61), tewas dalam penyerangan itu. 

Bahrun mengatakan, Raden saat itu sedang berada di luar. 

Namun, mereka belum tahu bagaimana Raden bisa menjadi korban kebrutalan anggota TNI itu. 

Raden ditemukan tergeletak mengeluarkan banyak darah di pinggir jalan. Terdapat luka di kepala dan badannya. 

”Saat ditemukan, Raden masih hidup, tetapi sudah kritis. Kami sempat berupaya membawa ke rumah sakit, tetapi sudah meninggal saat di jalan,” kata Bahrun. 

Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan saat memeluk keluarga Raden Barus (61) di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (10/11/2024).
Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan saat memeluk keluarga Raden Barus (61) di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (10/11/2024). (KOMPAS.com/GOKLAS WISELY)

Baca juga: Pangdam Bukit Barisan Siap Tukar Nyawa dengan Korban Kasus Oknum TNI Serang Desa di Deliserdang

Salah satu warga yang jadi korban penyerangan, Rofika Sanjaya Tarigan (18), mengatakan, pukul 22.30 WIB, dia keluar rumah untuk membeli rokok. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved