Masa Depan Gen Z Batam Dipertanyakan saat Reses SMN, Banyak yang Jadi Manusia Silver?

Reses anggota DPRD Batam Surya Makmur Nasution (SMN) di Batam Kota, dia mendapat pertanyaan dari pelajar terkait masa depan gen Z

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
RESES - Anggota DPRD Batam Surya Makmur Nasution saat reses di Perumahan Kapital Raya RT 03/RW 21, Batam Kota, Senin (2/12/2024) malam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota DPRD Batam Surya Makmur Nasution (SMN) melaksanakan reses di Perumahan Kapital Raya RT 03/RW 21, Batam Kota, Senin (2/12/2024) malam. 

Dalam reses anggota DPRD Batam itu, SMN mendapat pertanyaan dari siswa yang ikut hadir di sana.

Rio, pelajar SMAN 20 Batam itu menanyakan terkait masa depan generasi Z atau Gen Z (kelahiran 1997-2012) atau i-generation, generasi internet.

Ia prihatin banyak anak Gen Z di Batam yang menjadi manusia silver di jalanan dengan maksud meminta belas kasih dari pengguna kendaraan (sepeda motor/mobil) di perempatan lampu merah.

Baca juga: Refleksi Pileg 2024 di Batam, SMN: Minggu Tenang yang Tak Tenang, Saya Terkejut

“Saya sangat prihatin. Ada banyak anak-anak Gen Z menjadi manusia silver di jalanan. Mau dibawa kemana masa depan Batam? Bagaimana solusinya Pak?,” kata Rio di hadapan SMN.

Merespons pertanyaan Rio, Surya Makmur mengatakan, manusia silver adalah fenomena sosial problem perkotaan, tak terkecuali Batam. Faktor utamanya adalah kemiskinan. 

“Terus terang, ini adalah soal kemiskinan. Fakta menunjukkan sulitnya mencari kerja. Sebagai cara mudah tidak lain dengan meminta-minta di jalan mengharapkan belas kasih dengan berbagai ekspresi termasuk menjadi manusia silver, kata SMN yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Sumber Daya Manusia.

Menurut SMN, sudah saatnya Pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Anak, memitigasi keberadaan anak-anak yang berada di jalanan melakukan aktivitas sebagai peminta-minta. 

“Saya akan minta dan mendorong Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Anak untuk memitigasi dan melakukan aksi nyata secara komprehensif, utamanya menyelamatkan hak anak untuk bersekolah dan mendapatkan hidup layak. Tentu saja melibatkan semua stakeholder, termasuk orangtua atau wali anak,” tegas SMN.

Sementara usulan tentang pembentukan Pojok Literasi di setiap perumahan untuk penguatan Gen Z, SMN mengatakan, diperlukan sebuah gerakan literasi secara masif. Diknas dan Dinas Perlindungan Anak saatnya berkolaborasi untuk membentuk Pojok Literasi di perumahan-perumahan.

Baca juga: Tiru Jakarta, Fraksi PKB DPRD Batam Minta Transportasi Massal Berbiaya Murah, Nyaman

“Pojok Literasi dimaksudkan bagaimana anak-anak Gen Z diedukasi sesuai dengan harapan mereka, seperti edukasi digitalisasi yang sehat dan bermanfaat,” ujar SMN yang juga Ketua DPC PKB Batam itu. (*)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved