Warga Karimun Kepri Keluhkan Lahan Parkir Pelabuhan: Sempit
Sejumlah warga Karimun, Provinsi Kepri mengeluhkan sempitnya lahan parkir yang terasa saat libur Natal Tahun Baru (Nataru).
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sejumlah warga Karimun, Provinsi Kepri mengeluhkan kondisi lahan parkir kendaraan sepeda motor yang penuh terjadi di pelantar pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Rabu (1/1/2025).
Bertepatan dengan libur Tahun Baru 2025, sejumlah warga sengaja menikmati liburan dengan menyebrang dan meninggalkan kendaraan sepeda motornya.
Bahkan, tidak jarang dari mereka sengaja menginapkan kendaraannya untuk berangkat tujuan Batam, Malaysia maupun Singapura.
Seorang warga Irul mengatakan harusnya pemerintah bisa mengatur kondisi lahan parkir pelabuhan.
"Biasanya tidak seramai ini. Mau parkir aja susah disana penuh di sini penuh. Sementara angkutan umum (oplet) juga tidak mau mengalah melewati jalan utama. Sempit kondisinya beradu antara sepeda motor, oplet dan penumpang," ujar Irul.
Baca juga: Tunjangan Pegawai Pemkab Karimun 5 Bulan Belum Dibayar, Sekda: Anggarannya Tidak Ada
Menurutnya, kondisi lahan parkir pelabuhan harus ada skema penataan yang lebih rapi agar menguntungkan bagi seluruh pengguna jasa.
"Kondisi lahan parkir saat ini, juru parkir tidak akan hapal berapa lama kendaraan yang terpakir disini. Kemudian penyesuaian tarifnya juga," ujarnya.
"Bisa aja orang parkir misal seminggu pas di tanya tukang parkir dia jawab hanya dua hari. Artinya pengelolaan parkir yang baik sudah perlu dilakukan," timpanya.
Sementara salah seorang penumpang tujuan Batam, Rian mengaku sengaja menginapkan kendaraan sepeda motornya agar lebih gampang ketika pulang.
"Sudah biasa meninggalkan motor disini, palingan dua hari paling lama. Biar gampang pulangnya jadi gak perlu nunggu minta jemput," ujar Rian.
Baca juga: Libur Natal Tahun Baru di Karimun Kepri, KSOP Catat 125.806 Penumpang, Terbanyak H-3 Natal
Menurutnya, tarif parkir yang selama ini dilakukan atau inap masih ekonomis per satu malam di banderol Rp 5 ribu dan berlaku kelipatan untuk selanjutnya.
"Biasanya Rp 5 ribu kalau dua hari berarti Rp 10 ribu. Kalau mobil beda lagi Rp 10 ribu per malamnya," ujarnya. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Digerebek Imigrasi, Baloi View Apartemen Batam Disegel, Tiba-tiba Ada Tulisan Sedang Renovasi |
|
|---|
| Pemprov Kepri Gelar Asistensi Pembentukan TTIS dan Bimtek Penanganan Insiden Siber |
|
|---|
| Komisi II DPRD Kepri Sokong Program Pemerataan Guru yang Dicanangkan Pemprov Kepri |
|
|---|
| Rencana Kapal Roro Layani Rute Dompak - Punggur, Batam, Kadishub Kepri Koordinasi dengan ASDP |
|
|---|
| Resmi Berlaku Mulai Pekan Ini, ASN di Natuna WFH Setiap Jumat, Pegawai Diminta Tetap Disiplin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/lahan-parkir-pelabuhan.jpg)