Profil Lim Oon Kuin Atau OK Lim Raja Minyak Singapura yang Dinyatakan Bangkrut

Profil Lim Oon Kuin atau yang dikenal dengan OK Lim, Raja Minyak Singapura kini dinyatakan bangkrut.

TribunBatam.id/The Strait Times/Kelvin Chng
Tangkap layar Lim Oon Kuin atau OK Lim, Raja Minyak Singapura yang kini dinyatakan bangkrut. Tribun Batam merangkum profil OK Lim serta alasan mengapa ia bisa dinyatakan bangkrut. 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Simak profil Nama Lim Oon Kuin raja minyak asal asal Singapura setelah dinyatakan bangkrut.

Profil Lim Oon Kuin atau yang dikenal dengan OK Lim, raja minyak asal Singapura menjadi perhatian setelah dinyatakan bangkrut pada Sabtu (28/12) waktu setempat.
  
Lim Oon Kuin atau OK Lim bangkrut sesudah perusahaan, Hin Leong Trading Pte yang dimiliki bersama anaknya, Lim Huey Ching dan Lim Chee Meng menerima putusan pailit pada 19 Desember 2024. 

Hin Leong Trading dikenal sebagai perusahaan minyak besar di dunia mengutip Business Standard.

Sayang, pandemi covid-19 menyebabkan harga minyak anjlok. 

Akibatnya, bisnis OK Lim merugi sejak tahun 2020. 

Baca juga: Viral Video Turis Singapura Merasa Dilecehkan di Bandung, Polisi Amankan 3 Pemuda dan Minta Maaf

Secara terpisah, OK Lim dijatuhi hukuman penjara pada November lalu karena menipu bank HSBC selaku likuidator serta bersekongkol melakukan pemalsuan. 

Dia dijatuhi hukuman 17 setengah tahun penjara sejak bulan lalu. 

OK Lim diyakini mengatur salah satu kasus penipuan pembiayaan perdagangan paling serius di Singapura

Namun, dia belum ditahan karena pengacaranya akan mengajukan banding terhadap hukuman yang diterima OK Lim

Berikut Profil Lim Oon Kuin atau OK Lim, Raja Minyak Asal Singapura yang Dinyatakan Bangkrut 

OK Lim atau Lim Oon Kuin (81) lahir pada 1943 di Putian, China. 

Dia mulai berkarier dalam industri minyak pada 1960-an. 

Dia mendirikan Hin Leong Trading sejak tahun 1963. 

OK Lim memiliki tiga orang anak, termasuk Lim Huey Ching dan Lim Chee Meng yang ikut mendirikan perusahaan serta menjabat sebagai direktur Hin Leong Trading. 

Baca juga: Jumlah Wisman ke Batam Tembus 1,16 Juta hingga November 2024, Dominan dari Singapura

Hin Leong Trading dikenal memperdagangkan berbagai produk minyak, membuat pelumas serta mengoperasikan terminal bongkar muat dan fasilitas penyimpanan. 

Perusahaan Hin Leong Trading kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan minyak independen terbesar di Singapura

Mengutip Forbes, Lim mendirikan Hin Leong Trading pada usia 20 tahun. 

Dia bekerja mengantarkan solar ke nelayan dan produsen listrik pedesaan kecil dengan truk. 

Perusahaannya lalu berperan penting membantu Singapura menjadi pelabuhan pengisian bahan bakar kapal teratas di dunia. 

Lim memiliki divisi pelayaran Ocean Tankers dengan lebih dari 130 armada kapal tanker bahan bakar. 

Dia juga memiliki unit penyimpanan minyak Universal Terminal dengan PetroChina. 

Baca juga: Singapura Respons Insiden Nelayan Batam, Tegaskan Langgar Batas Wilayah, HNSI Kecewa

Di bawah kepemimpinannya, Hin Leong berkembang menjadi perusahaan minyak sukses sehingga memiliki reputasi baik di Singapura dan Asia Tenggara. 

Pada tahun 2020, Forbes bahkan mencatat OK Lim diperkirakan memiliki total kekayaan bersih senilai 1,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 21 triliun kurs saat ini. 

Di tahun yang sama, dia juga menjadi miliarder bahkan menempati posisi 18 dalam daftar 50 Orang Terkaya di Singapura

Mengapa OK Lim Bisa Bangkrut? 

Meski seorang miliarder, OK Lim mengalami kerugian akibat harga minyak mentah anjlok semasa pandemi Covid-19. 

Hin Leong Trading lalu menghadapi tekanan untuk membayar pinjaman yang jumlahnya mencapai miliaran dollar. 

Namun, perusahaan itu kesulitan mengumpulkan uang untuk melunasi utang. 

Hin Leong dituduh menyembunyikan kerugian lebih dari 800 juta dollar AS (Rp 12,948 triliun). 

Perusahaan itu pun meninggalkan utang besar di lebih dari 20 bank, termasuk HSBC, UOB, OCBC dan DBS Bank. 

Baca juga: DAFTAR 7 Berita Populer Batam, Singapura Ganggu Nelayan Melaut Hingga Maling Tas Tertangkap Warga

Pengadilan Tinggi Singapura pada September silam setuju OK Lim harus membayar utang sebesar 3,59 miliar dollar AS (Rp 58 triliun) kepada likuidator perusahaan dan kreditor. 

Namun, keluarga OK Lim saat itu mengaku tidak memiliki cukup aset untuk membayar semua hutangnya. 

Perusahaan itu pun memilih mengajukan kebangkrutan. 

Melansir CNA, Jumat (27/12/2024), perintah kebangkrutan tersebut diberlakukan pada 19 Desember 2024 dan dipublikasikan dalam lembaran negara pada Jumat waktu setempat. 

Harta pailit Hin Leong Trading akan dikelola oleh wali amanat Leow Quek Shiong dan Seah Roh Lin dari BDO Advisory. 

Keputusan bangkrut tersebut muncul di tengah persidangan perdata yang dibuka sejak Agustus 2023 atas permohonan likuidator terhadap keluarga OK Lim

Keluarga LIM dilaporkan dengan tuduhan sengaja menyembunyikan kerugian Hin Leong dan menyebut perusahaan itu menguntungkan. 

Kenyataannya, Hin Leong Trading tengah bangkrut besar-besaran. (TribunBatam.id/*) (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com 

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved