Harga Cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang Naik, Konsumen dan Pedagang Keluhkan Dampaknya
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Bintan Center (Bincen), Tanjungpinang, mengalami kenaikan yang signifikan, terutama cabai
Penulis: Yuki Vegoeista | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Harga cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang terpantau naik.
Kenaikan harga cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang ini membuat pola belanja masyarakat berubah.
Warga Tanjungpinang diketahui mulai mengurangi pembelian kebutuhan dapur yang dinilai terlalu mahal.
Lauren Situmorang, seorang pedagang cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, menjelaskan bahwa lonjakan harga ini sudah terjadi sejak seminggu terakhir.
Menurutnya, harga cabai rawit kini mencapai Rp86 ribu per kilogram (Kg), naik drastis dari sebelumnya Rp65 ribu per Kg.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 4 Tanjungpinang Kepri, Regas Tak Sabar Santap Lauk Besok
Hal serupa terjadi pada cabai merah yang kini dihargai Rp76 ribu per Kg dari harga sebelumnya Rp54 ribu, serta cabai hijau yang naik menjadi Rp54 ribu dari Rp46 ribu per kg.
Bahkan, cabai nano kini dijual dengan harga Rp86 ribu per Kg, melonjak dari Rp65 ribu per Kg.
“Kenaikan ini disebabkan oleh berkurangnya stok cabai di pasar. Cuaca buruk beberapa waktu terakhir menghambat distribusi, sehingga pasokan cabai dari daerah penghasil jadi berkurang. Selain itu, di awal tahun seperti sekarang, biaya transportasi biasanya naik, membuat harga barang semakin mahal,” ungkap Lauren, Senin (06/01/2025).
Selain cabai, harga tomat juga ikut mengalami kenaikan, dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per Kg.
Namun, Lauren menambahkan bahwa harga komoditas lain seperti bawang masih dalam kondisi stabil.
Baca juga: Pedestrian Jalan Bandara RHF Tanjungpinang, Lokasi Favorit Warga untuk Olahraga
Dampak dari kenaikan harga ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga konsumen.
Fitri, seorang ibu rumah tangga di Tanjungpinang, mengaku harus berhemat akibat mahalnya harga cabai.
“Biasanya saya beli satu kilogram untuk stok di rumah, tapi sekarang cuma bisa beli setengah kilogram. Kalau terus naik, mungkin saya harus cari alternatif bumbu lain seperti cabai bubuk atau saus kemasan,” katanya cemas
Hal senada juga disampaikan Dani , seorang anak kos yang gemar sekali mengonsumsi makanan pedas. Baginya, lonjakan harga cabai ini sangat biaya hidup bulannya.
"Saya suka makan pedas dan kalau di kamar kos sering masak yang pedas-pedas kalau harganya naik bakalan makin banyak pengeluaran," ujarnya. (TribunBatam.id/Yuki Vegoeista)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Mantan Kepala BP Karimun dan 2 Orang Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Kuota Rokok |
![]() |
---|
Aktif Dukung Gerakan Zakat, Wakil Gubernur Kepri Terima Penghargaan |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca BMKG Hang Nadim Batam Hari Ini Jumat 29 Agustus, Batam Mendung Sepanjang Hari |
![]() |
---|
Kesenian Betingkah Alu Selesung Natuna, Warisan Leluhur yang Kini Masih Menggema |
![]() |
---|
Polemik Beras Premium di Batam, Murah Karena Impor, Tapi Dilarang Keluar Daerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.