Sabtu, 9 Mei 2026

BERITA POPULER HARI INI

Daftar 7 Berita Populer Hari Ini, Nelayan Dihantui Buaya Saat Cari Ikan Dingkis, Banjir di Lingga

Daftar 7 Berita Populer Pilihan Hari Ini, Nelayan Takut Buaya, Padahal Mau Cari Ikan Dingkis Jelang Imlek

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
screenshot video facebook.com/satpoldamkarlingga
Nelayan Pulau Buluh mengaku khawatir khawatir dengan buaya saat mencari ikan dingkis jelang Imlek, sementara di Lingga terjadi banjir 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Nelayan Batam dihantui rasa cemas saat berburu ikan dingkis yang harganya fantastis menjelang imlek.

Ketakutan nelayan adalah karena buaya yang lepas dari penangkaran Pulau Bulan.

Padahal jelang imlek, peluang mereka mendapatkan rezeki lebih karena harga ikan dingkis menjelang imlek mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Namun, upaya mendapat ikan dingkis kali ini harus dijalani dengan kekhawatiran dengan buaya yang lepas dari penangkaran.

Berita nelayan itu adalah satu dari sejumlah berita populer pilihan hari iuni yang mungkin terlewatkan bagi Anda untuk membacanya, berikut informasinya:

Remaja di Muara Enim Dibakar Hidup-Hidup Oleh Ayahnya Karena Uang Rp 100 Ribu: Saya Tak Sengaja

Ilustrasi Ayah Bakar Anak
Ilustrasi Ayah Bakar Anak(Kolase Pixabay.com dan IST Tribun Jambi)

TRIBUNBATAM.id, MUARA ENIM – Dituduh mencuri uang Rp 100 Ribu oleh neneknyam, seorang anak dibakar ayah kandungnya.

Kejadian naas ini dialami oleh seorang remaja berinsiail AR (16). Pelaku pembakaran yakni ayah kandungnya bernama Alimin Jaya (36).

Namun Alimin mengaku, tindakan yang dilakukannya tersebut karena tidak sengaja. 

Sebab saat kejadian (17/1/2025) sekitar pukul 06.30 WIB, emosinya tidak terkontrol.

Akibat kejadian tersebut, keduanya menderita luka bakar, dengan AR dirawat di RSUD Baturaja, sementara Alimun Jaya ditahan di Mapolsek Rambang Lubai.


Baca Selengkapnya

Banjir di Daik, SDIT Al Madani Lingga Siapkan Belajar Daring Jika Terjadi Banjir Susulan

BANJIR DI LINGGA - Rapat guru SDIT Al Madani Daik Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (18/1/2025). Mereka membahas opsi belajar daring kepada pelajar jika terjadi banjir susulan.
BANJIR DI LINGGA - Rapat guru SDIT Al Madani Daik Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (18/1/2025). Mereka membahas opsi belajar daring kepada pelajar jika terjadi banjir susulan.(TribunBatam.id/Istimewa)

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Banjir di Lingga mengganggu aktivitas belajar mengajar sejumlah sekolah di Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Banjir di Lingga yang disebut-sebut dampak hujan deras ditambah dengan luapan arus pasang air laut, sebelumnya terjadi di Daik.

Sejumlah kawasan di Daik terdampak banjir di Lingga seperti dari Simpang Kampung Pahang ke Kampung Putus misalnya.

Banjir di Daik bahkan merendam sejumlah sekolah, hingga aktivitas belajar mengajar terpaksa harus dihentikan.

Namun, SDIT Al-Madani, Rohimatul Munawaroh berencana memakai metode pembelajaran daring jika banjir besar kembali terjadi di Ibukota Kabupaten Lingga tersebut.


Baca Selengkapnya

Warga Tanjungpinang Korban TPPO di Kamboja, Ibu Agung Bingung Cari Uang Buat Biaya Pulang

Desi, orang tua Agung Haryadi (25) kepada awak media di rumahnya berlokasi di Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Sabtu (18/01/2025)
Desi, orang tua Agung Haryadi (25) kepada awak media di rumahnya berlokasi di Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Sabtu (18/01/2025)(TribunBatam.id/Yuki Vegoeista)

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG – Agung Haryadi (25), warga Tanjungpinang yang mengaku menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sedang menunggu kepulangannya ke Indonesia setelah terjebak dalam pekerjaan di Kamboja. 

Saat ini, Agung berada di kantor Imigrasi Phnom Penh, Kamboja, sembari menunggu izin kepulangan.

Namun, warga Tanjungpinang, Provinsi Kepri itu menghadapi kendala biaya tiket pesawat sebesar Rp 3,7 juta.

Agung Haryadi membantah kabar yang menyebut dirinya menolak dijemput oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri. 

Dalam sesi video call, ia menjelaskan bahwa sejak awal dirinya ingin pulang ke Indonesia. 

Baca Selengkapnya

Nelayan Batam Cemas Buaya Lepas dari Penangkaran saat Berburu Ikan Dingkis Menjelang Imlek

Nelayan berburu ikan dingkis ke kelong 
Nelayan berburu ikan dingkis ke kelong  (tribunbatam.id/beres)

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Nelayan Batam dihantui rasa cemas saat berburu ikan dingkis yang harganya fantastis menjelang imlek setelah insiden buaya lepas dari penangkaran Pulau Bulan.

Harga ikan dingkis menjelang imlek mencapai Rp 100 ribu per kilogram membuat nelayan di Batam makin giat berburu di kelong, meski dengan ancaman buaya lepas dari penangkaran.

Nelayan pesisir Bulang, seperti Mazlan dari Pulau Air mengaku waswas saat harus turun ke air. 

“Kalau memperbaiki kelong, kami harus menyelam dan menyedot ikan. Tapi sekarang ngeri karena ada buaya. Kadang mereka muncul tiba-tiba di dekat perairan,” ungkapnya.

Meski begitu, nelayan tetap berusaha memanfaatkan momen Imlek ini karena ikan dingkis hanya bertelur setahun sekali, tepat pada musim perayaan. 


Baca Selengkapnya

Abrasi di Lingga Ancam Rumah Warga Pesisir Kampung Boyan Desa Batu Berdaun Kepri

ABRASI DI LINGGA - Abrasi di Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Sabtu (18/1/2205). Abrasi ini berisiko menggerus tanah dekat rumah warga.
ABRASI DI LINGGA - Abrasi di Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Sabtu (18/1/2205). Abrasi ini berisiko menggerus tanah dekat rumah warga.(Tribunbatam.id/istimewa)

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Pesisir Pantai Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami abrasi.

Abrasi di Lingga itui disebabkan oleh gelombang karena pasang air laut yang terjadi pada Jumat (17/1/2024) hingga hari ini Sabtu (18/1).

Rumah warga yang hampir berjarak lebih kurang 2 meter dari bibir pantai tersebut terancam akibat abrasi di Lingga ini.

Bahkan, warga pun membuat tanggul sederhana untuk menahan gelombang agar pasir tidak tergerus, yang menyebabkan abrasi semaki meluas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengatakan setelah mendapatkan informasi terkait abrasi tersebut, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadiaan.


Baca Selengkapnya

Bantuan Korban Banjir Lingga Mulai Tiba, Pengurus Masjid Al Hikmah Bagi Sembako dari Infak Warga

BANJIR DI LINGGA - Pengurus Masjid Al Hikmah di Kampung Pahang, Kelurahan Daik Sepincan, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan bantuan sembako kepada 42 rumah yang terendam banjir, Sabtu (18/1/2025). 
BANJIR DI LINGGA - Pengurus Masjid Al Hikmah di Kampung Pahang, Kelurahan Daik Sepincan, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan bantuan sembako kepada 42 rumah yang terendam banjir, Sabtu (18/1/2025). (TribunBatam.id/Istimewa)

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Pengurus Masjid Al Hikmah di Kampung Pahang, Kelurahan Daik Sepincan, Kecamatan Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan bantuan sembako kepada 42 rumah yang terendam banjir di Lingga, Sabtu (18/1/2025). 

Bantuan untuk warga terdampak banjir di Lingga ini berasal dari infak Jumat yang rutin dikumpulkan dari para jamaah.

Ketua pengurus Masjid Al Hikmah, Zaid menyebutkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari dakwah masjid dalam membantu warga sekitar, terutama di saat mereka mengalami kesulitan seperti banjir di Lingga.

“Setiap Jumat, warga berinfak ke masjid. Saat ini, giliran masjid berbagi ketika warga mengalami kesusahan akibat banjir. Ini juga menjadi bagian dari dakwah, agar warga semakin dekat dengan masjid,” jelas Zaid.

Ia juga mengajak warga untuk tetap tabah dan bersyukur meski tengah dilanda musibah.


Baca Selengkapnya

Pembuatan Kartu Kuning di Lingga Meningkat, Selain Pencari Kerja Termasuk Peserta Seleksi PPPK

Potret seleksi PPPK di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri tahun 2024. Pembuatan kartu kuning untuk warga cari kerja di Lingga meningkat pada 2024, termasuk untuk syarat PPPK Kemensos.
Potret seleksi PPPK di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri tahun 2024. Pembuatan kartu kuning untuk warga cari kerja di Lingga meningkat pada 2024, termasuk untuk syarat PPPK Kemensos.(TribunBatam.id/Istimewa)

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Jumlah pembuatan Kartu Kuning di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkat.

Data Disnakertrans Lingga selama tahun 2024, pembuatan kartu kuning pada tahun itu mencapai 125 orang.

Angka ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 121 orang.

Rata-rata, pembuatan Kartu Kuning di Lingga ini didominasi untuk keperluan pekerjaan secara umum.

Dari total 125 orang yang membuat Kartu Kuning, sebanyak 10 orang di antaranya mengajukan untuk keperluan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Sosial (Kemensos).


Baca Selengkapnya


[ tribunbatam.id ]

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved