Korban Kecelakaan Kerja di Jepang Tris Rizky Video Call Ibu Sehari Sebelum Tewas
Sehari sebelum tewas, Tris Rizky Akbar Reformansyah korban kecelakaan kerja di Jepang sempat menghubungi ibunya di Palembang lewat video call
PALEMBANG, TRIBUNBATAM.id - Cik Ima (55), ibu kandung Tris Rizky Akbar Reformansyah (26), ungkap kenangan terakhirnya bersama sang anak sebelum tewas kecelakaan kerja di Jepang.
Tris Rizky Akbar, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Palembang, menjadi satu dari dua pekerja tewas terjatuh dari ketinggian 20 meter dalam kecelakaan kerja di Jepang.
Saat itu korban sedang melakukan perbaikan jalan atau jembatan di Hatsukaichi, Hiroshima, sekitar pukul 15.30 waktu setempat di Hiroshima, Jepang, Senin (27/1/2025).
Malang tak dapat ditolak, konstruksi pembangunan jalan tol itu ambruk hingga berujung hilangnya nyawa korban.
Baca juga: WNI Korban Kecelakaan Kerja di Jepang, Tris Rizki Akbar Tulang Jadi Punggung Keluarga
Sehari sebelum tewas, ternyata korban sempat menghubungi ibunya di Palembang lewat video call.
Di momen itu, korban menunjukkan slip gaji hasil kerjanya di Jepang.
Sambil menangis, Cik Ima tak menyangka, video call itu akan menjadi kenangan terakhirnya dengan sang anak.
Cik Ima mengatakan, Kiki, sapaan akrab almarhum menghubunginya via video call dan menunjukkan slip gajinya hasil bekerja di Jepang pada Minggu (26/1/2025) atau tepat satu hari sebelum anaknya tewas kecelakaan kerja.
"Pertama video call hari Sabtu cerita kalau gaji dia besok keluar, terus hari Minggu video call lagi, nunjukin slip gajinya. Katanya 'Alhamdulillah ma besar bulan ini, memang rezeki mama nian'. Memang setiap Minggu saya video call sama dia," ujar Cik Ima saat dijumpai di rumahnya yang berada di Jalan Silaberanti RT 004, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, dilansir dari TribunSumsel.com, Jumat (31/1/2025).
Saat video call terakhir itulah, menjadi kesan terakhir dari almarhum sebelum keesokan harinya kejadian nahas menimpa.
"Di hari itu saya merasa bahagia sekali, jadi itu menjadi kesan terakhir. Firasat sama sekali tidak ada," ungkapnya.
Bagi almarhum, keluarga adalah nomor satu dan tidak pernah melupakan ibunya sebagai orangtua. Terlebih sang ayah sudah meninggal.
Kiki turut menjadi tulang punggung bagi sang ibu sebab kedua kakaknya sudah berkeluarga. Almarhum anak ketiga dari lima bersaudara.
"Untuk keluarga nomor satu tidak pernah bilang tidak ada (uang). Dia bilang ke saya mama jangan khawatir Kiki bisa jaga diri disini, Alhamdulillah dapat lingkungan di Jepang lingkungannya bagus," katanya.
Dapat Informasi dari Kementerian Tenaga Kerja
Herci, kakak pertama korban mengatakan, pihak keluarga mendapat informasi dari Kementerian Tenaga Kerja dan salah satu teman seperjuangan almarhum.
| Update Pekerja Subkon di PT ASL Batam Tewas Ditabrak Forklift, 6 Saksi Diperiksa |
|
|---|
| Siasat Licik AH Nikahi Dokter di Palembang, 4 Tahun Baru Tahu Suaminya Sudah Punya Istri dan 2 Anak |
|
|---|
| Kecelakaan Kerja di Batam Jadi Sorotan BP Batam, Amsakar: Jika Tak Berubah, Izin Bisa Dicabut |
|
|---|
| FSPMI Batam Minta Manajemen PT ASL Shipyard Diganti Buntut Kecelakaan Kerja Berulang |
|
|---|
| Pekerja Subkon Tewas di PT ASL Shipyard Batam, Disnaker Kepri Soroti Dugaan Kelalaian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/31012025korban-kecelakaan-kerja-di-Jepang.jpg)