Jumat, 8 Mei 2026

Suara Ahmad Sahroni Meninggi Stop Keterangan Ipda Ferren soal Siswa SPN Polda Jabar Dipecat

Perdebatan antara Ahmad Sahroni dengan Ipda Ferren Azzahra Putri soal siswa SPN Polda Jabar dipecat dengan alasan gangguan jiwa

Tayang:
Youtube TV Parlemen
SISWA SPN DIPECAT - Valyano Siswa SPN Disebut Alami NPD karena Teriak Brimob Saat Lari, Ahmad Sahroni geram tunjuk-tunjuk Polwan 

TRIBUNBATAM.id - Pandangan Ahmad Sahroni menatap tajam Ipda Ferren Azzahra Putri. Nada suaranya meninggi saat menghentikan pernyataan Ipda Ferren.

"Bu Ferren stop, karena ini sudah meluapkan kebencian ini gak baik, gak boleh, ini gak bisa," ujar Ahmad Sahroni sambil menunjuk Ipda Ferren.

Momen menegangkan itu berlangsung saat Ahmad Sahroni memimpin rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi III DPR dengan SPN Polda Jabar dan orangtua Valyano Boni Raphael.

Rapat mengusut alasan SPN Polda Jabar memecat Valyano Boni Raphael dengan alasan gangguan jiwa.

Valyano dikeluarkan dari SPN tanggal 3 Desember 2024.

Surat pemberhentian Valyano Boni Raphael dikeluarkan satu minggu atau H-6 sebelum dilantik menjadi anggota Polri.

Ahmad Sahroni tidak sepakat saat Ferren memaparkan alyano Boni Raphael mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Wakil Ketua Komisi III DPR itu menganggap paparan Ferren merupakan bentuk kebencian.

"Ini bukan faktual dari cerita yang terjadi ini hanya kebencian. Masa menuduh si ini gak bener si itu gak bener, apa ibu bener ? belum tentu lho. Jangan melakukan laporan ini atas kebencian, analisa ini analaisa itu. Ibu melaporkan ini sama saja melaporkan ini anak gak benar, hanya kebencian yang ibu laporkan itu," kata Ahmad Sahroni sambil menunjuk-nujuk Polwan Ferren.

Suasana sempat hening. 

Ia kemudian meminta Kepala SPN Polda Jabar Kombes Dede Yudy Ferdiansyay untuk melakukan evaluasi.

Suasana tegang ini bermula saat Ipda Ferren Azzahra Putri mengaku telah ditugaskan memeriksa Valyano.

"Saat itu kami yang ditugaskan memeriksa Faliano Boni Ravael, kamu yang melakukan wawancara dan kami yang melakuakn tes psikologi," katanya.

Ia menerangkan alasan menyatakan siswa SPN tersebut mengalami NPD.

Salah satu kriterianya karena teriakan Valyano beda sendiri dengan siswa lain saat berlari.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved