Penganiayaan di Siak

Tempramennya Jaik Uban Toke Sawit di Siak, Pukuli Supir Tanpa Ampun Walau Korban Tak Melawan

Toke Sawit tersebut emosi dan menghantam Rifnaldo tanpa ampun. Bahkan dengan pongahnya, Uban mengaku akan mengurus ke Polsek Hingga ke Polda dan berta

Editor: Eko Setiawan
Dok. Polres Siak
PENGANIAYAAN DI MINAS: Tersangka penganiayaan, RBP alias UP dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Siak, Riau, Senin (10/2/2025). 

TRIBUNBATAM.id - Walaupun  mengaku tidak melakukan pencurian, namun seorang supir di Siak, Riau bernama Rifnaldo (35) menjadi bulan-bulanan Jaik Uban dan juga anggotanya di perkebunan Sawit, Siak Riau.

Toke Sawit tersebut emosi dan menghantam Rifnaldo tanpa ampun. Bahkan dengan pongahnya, Uban mengaku akan mengurus ke Polsek Hingga ke Polda dan bertanggung jawab atas perbuatannya itu.

Dalam Video Viral pemukulan dan pembakaran mobil truk tersebut, nampak sekali sifat arogan bapak-bapak berambut putih itu.

Bahkan dia menantang teman dari Rifnaldo yang mencoba melerao tesebut.

Aksinya ini kemudian viral di media sosial, kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai perkataannya dalam video itu.

Cerita ini bermula ketika Rifnaldo dituduh mencuri dan dianiaya hingga babak belur.

Bahkan truk yang dikemudikannya dibakar oleh pelaku.

Namun, belakangan diketahui bahwa Rifnaldo tidak bersalah.

Pelaku penganiayaan, RBP alias UP (54), berhasil ditangkap oleh Polres Siak pada Senin (10/2/2025) di depan Mapolda Riau, Kota Pekanbaru.

Setelah ditangkap, ia langsung dibawa ke Mapolres Siak dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra menjelaskan, peristiwa penganiayaan terjadi pada Kamis (6/2/2025) siang di Jalan Chevron, Kampung Minas Barat.

Saat itu, korban sedang mengendarai truk bermuatan kelapa sawit.

"Tersangka menuduh korban mencuri kelapa sawitnya, lalu melakukan pengeroyokan dan membakar truk yang dikendarai korban," ujar Eka dalam konferensi pers pada Senin malam.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, korban hanya seorang sopir yang ditugaskan untuk mengangkut sawit. Tuduhan pencurian tersebut keliru.

"Motif tersangka adalah sakit hati karena sawitnya sering dicuri. Namun, tersangka salah alamat, mengira korban sebagai pencuri," tambahnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved