Efisiensi Anggaran
Mobil Dinas Bawaslu Kabupaten Kota di Kepri Ditarik, Dampak Efisiensi Anggaran?
Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah mulai berdampak juga pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah mulai berdampak juga pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri.
Salah satu imbasnya adalah penarikan mobil dinas yang digunakan oleh Bawaslu tingkat kabupaten/kota.
Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra, mengatakan bahwa kebijakan ini dilakukan sesuai instruksi dari Bawaslu RI pada 7 Februari 2024.
Mobil dinas yang ditarik merupakan kendaraan sewaan yang sebelumnya masih dialokasikan dalam anggaran.
Tetapi akhirnya batal diperpanjang akibat kebijakan efisiensi.
"Di penganggaran sebelumnya, ada perpanjangan untuk sewa mobil dinas. Namun karena adanya efisiensi anggaran, akhirnya dibatalkan," ujar Zulhadril, Kamis (20/2/2025).
Meski begitu, mobil dinas untuk Bawaslu tingkat provinsi tetap digunakan karena termasuk Barang Milik Negara (BMN).
Hanya saja, operasional kendaraan ini juga mengalami penyesuaian, termasuk pengurangan biaya bahan bakar.
"Karena Pilkada sudah selesai, fokus kami kini pada evaluasi dan kegiatan yang dapat memberikan masukan positif bagi lembaga," tambahnya.
Selain kendaraan dinas, efisiensi anggaran juga berdampak pada pengurangan kegiatan di hotel serta perjalanan dinas.
Bawaslu Kepri kini lebih banyak mengadakan rapat dan evaluasi di kantor atau secara daring.
"Kegiatan tetap berjalan sesuai rencana. Penggunaan anggaran operasional seperti biaya air, listrik, dan AC juga disesuaikan untuk efisiensi," tambahnya.
Pada Pilkada 2024, Bawaslu Kepri menerima dana hibah dari APBD Pemprov Kepri sebesar Rp 57,4 miliar.
Dana ini masih digunakan untuk beberapa kegiatan hingga laporan keuangan selesai.
Setelah itu, Bawaslu akan kembali menggunakan anggaran dari APBN.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, menuturkan bahwa untuk Kota Batam, total ada enam mobil dinas yang telah ditarik.
"Ada enam mobil dinas yang sudah ditarik. Untuk tanggal pastinya saya lupa, tetapi sudah dilakukan kemarin," kata Antonius. (cik)
(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
| Efisiensi Anggaran di Karimun Tembus Rp 47 Miliar, Grendy: Tak Ada Pembangunan Fisik |
|
|---|
| Target Efisiensi Anggaran Rp 129 Miliar, Pemko Batam Pangkas Belanja Tak Prioritas |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Disdik Batam Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas hingga 50 Persen |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Rencana Pembangunan Ruang Kelas Baru di Batam |
|
|---|
| Cara Pemko Tanjungpinang Optimalkan Pariwisata Ditengah Efisiensi Anggaran, Libatkan Banyak Pihak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Bawaslu-Kepri-Zul.jpg)