Kamis, 21 Mei 2026

Ramai Isu BBM Oplosan, Masih Ada Warga Karimun Tetap Isi Pertamax di SPBU: Belum Tahu

Penjualan BBM di SPBU Karimun terpantau normal. Meski ramai isu BBM oplosan Pertamax rasa Pertalite, masih ada warga Karimun beli Pertamax di SPBU

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
Yeni Hartati
ANTREAN BELI BBM - Pemilik kendaraan roda dua dan roda empat antre beli BBM di SPBU Karimun, Rabu (26/2/2025). Masih ada warga beli Pertamax di tengah kabar BBM oplosan 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpantau normal.

Itu di tengah kabar mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan Pertamax rasa Pertalite RON 90 dan RON 92 oleh Direktur Utama PT Pertamina Petra Niaga bersama tujuh pelaku lainnya.

Dari pantauan di lapangan, pengendara roda dua maupun roda empat terlihat antre secara teratur di lajur Pertalite maupun Pertamax.

Salah satu konsumen Pertamax yang ditemui Tribun Batam, Rida mengaku belum mengetahui adanya oplosan minyak Pertamax itu.

Baca juga: Warga Batam Geram Kasus Pertamax Rasa Pertalite, Pertamina Pastikan Tak Beredar di Kepri

"Hah iya ya? Belum tahu kabar oplosan ini. Selama itu, isi Pertamax lantaran tidak mau mengantre terlalu lama. Kalau Pertalite kan antreannya selalu panjang, kalau Pertamax enggak," kata Rida.

Sementara Kepala Bidang ESDM Dinas Koperasi di Karimun, Vandarones Purba mengatakan pihaknya akan menggelar rapat bersama Pertamina di Batam esok hari.

"Besok kita akan gelar rapat terkait kesiapan jelang Ramadan, sekaligus ini juga akan kita bahas apakah ini terkontaminasi sampai ke Kepri," ujar Vandarones, Rabu (26/2/2025).

Vandarones enggan berkomentar lebih jauh. Pasalnya tindakan yang dilakukan merupakan permainan tingkat dewa.

"Sebenarnya pengawasan BBM itu ada di Pertamina Tanjung Uban, karena semua SPBU di Kepri ini termasuk Karimun masuknya dari sana (Tanjung Uban)," katanya.

Vandarones menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun hanya melakukan monitoring ketersediaan bahan baku.

Baca juga: Profil Riva Siahaan Dirut Pertamina Patra Niaga Tersangka Korupsi, Sulap Pertalite Jadi Pertamax

"Pemda itu tidak ada menguji terkait kualitasnya karna bukan wewenang kita. Monitoring yang kita lakukan bagaimana agar tidak ada kelangkaan di Karimun," tutupnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved