Warga Batam Geram Kasus Pertamax Rasa Pertalite, Pertamina Pastikan Tak Beredar di Kepri
Pertamina memastikan kasus Pertalite yang dioplos jadi Pertamax tak beredar di Batam, termasuk Kepri. Di sisi lain, warga geram dengan praktek itu.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
Kualitas Pertamax dipastikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah yakni RON 92.
“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92. Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat dari awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” tulisnya.
Ia melanjutkan, treatment yang dilakukan di terminal utama BBM adalah proses injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat. Selain itu juga ada injeksi additive yang berfungsi untuk meningkatkan performance produk Pertamax.
Pertamina Patra Niaga melakukan prosedur dan pengawasan yang ketat dalam melaksanakan kegiatan Quality Control (QC). Distribusi BBM Pertamina juga diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). (TribunBatam.id/Berelsumbantobing)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Dari Jakarta ke Batam, 100 Ribu Benih Lobster Hendak Diselundupkan via Singapura |
|
|---|
| Seleksi Paskibraka 2026, Enam Pelajar Dikirim ke Tingkat Nasional, 30 Orang Bertugas di Kepri |
|
|---|
| Mengintip Persiapan UIB Fest 4, Hadirkan Beragam Lomba dan Puluhan UMKM |
|
|---|
| BPBL Batam Pilih Lepasliarkan 100 Ribu Benih Lobster Hasil Ungkap Ditreskrimsus Polda Kepri |
|
|---|
| Obat Kolesterol hingga Inhaler Ditemukan di Kamar WN Singapura yang Tewas di Hotel Kawasan Nagoya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/SPBU-di-Batam-September-2022.jpg)