Jumat, 1 Mei 2026

Human Interest Story

Kisah Pilu Jos Bocah SD Hidup Tanpa Ayah dan Ibu Tinggal di Rumah Berdinding Bambu

Usia Glensius Okta Ombas masih 12 tahun, masih terlalu kecil untuk hidup seorang diri tanpa ayah dan ibu.

Tayang: | Diperbarui:
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
KISAH BOCAH JOS - Glensius Okta Ombas (12) sedang berdiri di depan rumah Bapak Tuanya, Aloisius Patut, yang berdinding pelupuh bambu, saat pulang sekolah di Kampung Bugis, Kelurahan Ranaloba, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, NTT, Jumat, (14/3/2025). Ayah dan ibunya sudah meninggal. 

"Mereka membawa sembako dan biaya uang komite untuk Jos yang sedang mengenyam pendidikan di SDK Bugis," katanya.

Kompas.com menjumpai Jos, Jumat (14/3/2025), yang baru pulang sekolah dengan berpakaian olahraga sekolah, memakai sepatu, serta memikul tas yang berisi buku tulis dan pena.

Jos berjalan kaki saat pergi dan pulang sekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumah bapak tuanya. Ia tampak ceria.

Rumah bapak tuanya, Aloisius yang kini menampung Jos, tampak sederhana dengan dua kamar dan dapur sederhana.

Kisah lainnya datang dari seorang pria menampung 15 anak-anak kurang mampu di Yayasan Panti Asuhan Rohimal Ummah yang dikelolanya.

Pria asal Demak, Jawa Tengah, tersebut menampung anak-anak kurang mampu yang masih bersekolah di rumahnya.

Bahkan demi tujuan mulianya tersebut, Adib Mustofa sampai menjual maskawin istri.

Diketahui, yayasan tersebut beralamat di Jalan Jatibarang RT1/RW1, Kelurahan Kedung Pane, Kecamatan Mijen, Semarang, tepatnya berada di tengah kebun singkong.

Perlu berjalan kaki di jalan setapak setidaknya 200 meter untuk menuju lokasi tersebut.

Pria yang akrab disapa Adib ini tinggal bersama satu anaknya laki-lakinya dan istrinya yang sedang hamil besar.

Masih ditambah dengan 15 anak laki-laki yang masih bersekolah.

Bangunan rumah Adib sangat sederhana, berdiri di atas tanah seluas 170 meter persegi.

Bangunan thanya menggunakan bambu sebagai rangkanya, dengan tembok asbes plat dan atap yang menggunakan seng.

Sedangkan untuk alas rumah hanya semen plester saja.

Di rumah tersebut, Adib sekeluarga bersama 15 anak yang dia rawat menghabiskan waktunya untuk kegiatan bersama.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved