Kamis, 23 April 2026

Semarak 27 Ramadan di Singkep Lingga Kepri dengan Tradisi 7 Likur, Jalan Sempat Macet

Malam 27 Ramadan, menjadi momen yang ditunggu-tunggu warga di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (26/3/2025) malam.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Prawira Maulana
Semarak 27 Ramadan di Singkep Lingga Kepri  dengan Tradisi 7 Likur, Jalan Sempat Macet - Gerbang-tujuh-likur-27-Ramadan-di-Kampung-Baru-Singkep-Lingga-Kepri.jpg
Tribunbatam.id/Dok. Warga - Bunga Rosnidar
GERBANG 7 LIKUR - Pesona gerbang tujuh likur di Kampung Baru Ujung, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, pada malam 27 Ramadan, Rabu (26/3/2025).
Semarak 27 Ramadan di Singkep Lingga Kepri  dengan Tradisi 7 Likur, Jalan Sempat Macet - Kepadatan-pengendara-di-Gerbang-7-Likur-Kampung-Baru-Singkep-Kepri.jpg
Tribunbatam.id/Dok. Warga - Bunga Rosnidar
TRADISI 7 LIKUR - Kepadatan pengendara yang melihat pesona gerbang tujuh likur di Kampung Baru Ujung, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, pada malam 27 Ramadan, Rabu (26/3/2025).
Semarak 27 Ramadan di Singkep Lingga Kepri  dengan Tradisi 7 Likur, Jalan Sempat Macet - Gerbang-7-likur-di-Sekop-Darat-Singkep-Lingga-Kepri.jpg
Tribunbatam.id/Febriyuanda
GERBANG 7 LIKUR - Penerangan lampu colok tujuh likur di Sekop Darat, Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (26/3/2025).
Semarak 27 Ramadan di Singkep Lingga Kepri  dengan Tradisi 7 Likur, Jalan Sempat Macet - Gerbang-7-likur-Ramadan-di-Sekop-Laut-Singkep-Lingga-Kepri.jpg
Tribunbatam.id/Febriyuanda
GERBANG 7 LIKUR - Penerangan lampu colok tujuh likur di Simpang Sekop Laut Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (26/3/2025).

TRIBUNBATAM.id-LINGGA - Malam 27 Ramadan, menjadi momen yang ditunggu-tunggu warga di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (26/3/2025) malam.

Hal itu karena adanya tradisi malam tujuh likur atau tujoh liko, yang menjadi warisan budaya warga Melayu di wilayah ini sejak turun temurun.

Khususnya di Kecamatan Singkep, ribuan warga keluar rumah untuk melihat penerangan lampu colok atau lampu pelita yang ada di beberapa perkampungan.

Tepatnya sekira pukul 21.00 WIB, usai melaksanakan sholat tarawih, ribuan pengendara memadati area jalan yang dipasangi lampu colok.

Terlebih lagi di beberapa perkampungan membangun gerbang atau gapura kayu yang digantungi lampu colok, membuat warga tak ingin melewatkan kesempatan ini.

Kondisi jalan sempat macet, terutama di wilayah Kampung Baru, Desa Batu Berdaun dan juga Kampung Sekop Darat dan Sekop Laut, Kelurahan Dabo.

Banyak warga terlebih pengendara roda dua, yang ingin mengabadikan momen spesial itu.

"Di kampung baru macet parah, saya dari jam 20.00 WIB, baru bisa keluar jam 21.00 WIB," ucap seorang warga kepada Tribunbatam.id.

Salah satu area padat di ujung Kampung Baru, tepat di simpang tiga, pesona pintu gerbang menjadi magnet warga berdatangan hingga tengah malam.

Sebelum memasuki simpang, warga sudah disambut lampu colok yang digantung bak menyerupai lampu hias di atas jembatan, dengan tambahan penerangan di sisi kiri-kanan jalan.

Hingga memasuki pintu gerbang di simpang jalan, pengendara bisa lewat di bawahnya dengan merasakan momen di bawah ribuan lampu tradisional berbahan bakar minyak tanah itu.

Dengan panjang beberapa meter, warga perlahan berkendara dari bawah gerbang yang menyerupai bangunan masjid tersebut.

Mereka pun tak melewatkan kesempatan untuk mengabdikan momen ini dengan ponsel genggam mereka.

Sementara itu, di Kampung Baru tengah, kemegahan gerbang berdiri tegak di sisi kiri-kanan jalan.

Lebar jalan yang minim, membuat pengendara di sini sempat tertahan akibat macet, karena banyaknya masyarakat yang antusias melihat lampu penerangan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved