Rabu, 15 April 2026

PENIMBUNAN SUNGAI DI BALOI

Warga Perumahan Kezia Baloi Batam Kasus Penimbunan Sungai Cepat Selesai

Warga Perumahan Kezia Baloi Indah Kota Batam, Provinsi Kepri berharap kasus penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) cepat selesai, agar warga tidak keba

Ian Sitanggang
PENIMBUNAN- Perumahan Kezia berbatasan langsung dengan sungai, penyempitan badan sungai membuat warga terdampak banjir saat hujan deras turun, Rabu (2/4/2025). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Perumahan Kezia Baloi Indah Kota Batam, Provinsi Kepri berharap kasus penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) cepat selesai, agar warga tidak kebanjiran.

Ketua RT05/RW08 Ade menceritakan keresahan warga perumahan sejak adanya penimbunan sungai di belakang perumahan mereka tinggal.

"Aliran sungai ini sebenarnya merupakan perbatasan antara perumahan Kezia dan perumahan permata Regency," kata Ade, Rabu (2/4/2025).

Dia menceritakan dari komplek mereka tinggal tidak memiliki akses ke sungai tersebut dan langsung tertutup rumah warga.

"Awalnya kita tidak pernah tahu ada penimbunan badan sungai di lokasi.npaling warga yang tau hanya beberapa orang yang rumahnya berada di dekat sungai," kata Ade.

Dia mengatakan awalnya warga juga tidak pernah curiga mengenai penimbunan sungai tersebut untuk kepentingan tertentu. Karena alat yang ada di lokasi merupakan alat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam.

"Jadi awal ya kita pikir hendak melakukan normalisasi sungai, karena belakangan hujan sering turun di Kota Batam," kata Ade.

Namun seiring berjalannya waktu dimana terjadi hujan selama dua hari di Kota Batam dan beberapa daerah terjadi banjir. "Saat itu warga kita yang rumahnya dipinggir sungai kena banjir, dimana air mulai masuk ke dalam rumah," kata Ade.

Sementara selama ini warga tidak pernah kena banjir bahkan air dari saluran itu walaupun meluap tidak pernah sampai ke rumah warga karena kondisi rumah warga cukup tinggi dari aliran sungai.

"Disinilah awalnya warga mulai resah dan meminta agar pemerintah melakukan normalisasi. Namun saat warga meminta dilakukan normalisasi yang datang malah oknum pejabat," kata Ade.

Bahkan pada kesempatan itu oknum pejabat di Kepri menunjukkan Peta Lokasi (PL) dan menantang semua warga, dimana pihaknya akan membuat jalan dipinggir sungai.

"Dari situlah awalnya baru terbongkar semua, ternyata yang selama ini alat Dinas Bina Marga yang ada di Lokasi bukan untuk melakukan normalisasi tetapi melakukan penimbunan untuk kepentingan tertentu," kata Ade.

Ade juga mengakui setelah terjadi keributan akhirnya penimbunan di hentikan dan alat DBMSDA ditarik. "Saat ini proyek penimbunan sungai ini sedang ditangani Polda Kepri," kata Ade.

Ade mewakil warga Perumahan Kezia berharap agar proses penanganan kasus penimbunan sungai di Baloi bisa cepat selesai.

"Kami khawatir kalau terjadi lagi hujan deras, warga kami kebanjiran," kata Ade.

Ade juga mengaku saat ini kondisi badan sungai sudah cukup kecil, dan jika terjadi hujan deras air akan cepat naik dan warga bisa kebanjiran.

"Kasihan juga kita kepada warga dipinggir sungai, selama ini tidak pernah banjir, namun sejak penimbunan itu warga sangat rawan terdampak banjir," kata Ade.(Ian).

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved