Nasib Welcome to Batam

BP Batam Bakal Bangun Welcome to Batam Lagi, Sebut Masih Tahap Perencanaan

Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebut saat ini proyek pembangunan Welcome to Batam (WTB) yang baru masih berada dalam tahap perencanaan awal.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
Potret Landmark Welcome to Batam dari kawasan wisata Kuliner WTB, Rabu (16/4/2025). Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebut rencana pembangunan landmark WTB terbaru masih dalam tahap perencanaan awal. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rencana pembangunan ulang landmark Welcome to Batam (WTB) terus bergulir.

Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebut, rencana pembangunan ulang Welcome to Batam saat ini proyek tersebut masih berada dalam tahap perencanaan awal.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad melalui Deputi IV BP Batam Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan jika lokasi dan desain pembangunan Welcome to Batam yang baru masih dalam proses. 

"Masih sedang dalam tahap perencanaan, ditunggu design-nya," ujarnya saat dikonfirmasi, Ariastuty, Selasa (22/4/2025)

Terkait gambar desain WTB yang sempat beredar, Ariastuty menegaskan hal itu masih bersifat ilustratif. 

Baca juga: Kata Amsakar Achmad Soal Landmark Welcome to Batam: Bukan Dipindah, Tapi Dibuat Baru

"Hanya ilustrasi, masih perancangan," tambahnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan WTB versi baru akan dilakukan di kawasan antara Bandara Hang Nadim hingga Kepri Mall. 

Sebab landmark WTB yang ada di bukit Clara mulai tertutup proyek pembangunan.

Ikon yang rencananya akam dibangun ini, nantinya akan hadir dalam empat atau lima dimensi, dan bisa terlihat baik dari udara maupun darat.

"Ketika turun dari pesawat sudah nampak Welcome to Batam. Ketika mobil berjalan dari bandara ke arah Kepri Mall, begitu juga sebaliknya sudah kelihatan," kata Amsakar Achmad.

Baca juga: Landmark Welcome to Batam Terancam Tertutup Gedung, Pemerintah Rencanakan Pemindahan

Ia menekankan bahwa rencana ini bukan pemindahan WTB lama di Bukit Clara, tetapi pembangunan ikon baru yang disesuaikan dengan perkembangan kota. 

"Kalau yang di sana (Bukit Clara) sudah tenggelam barang itu. Biar ajalah dia di situ," paprnya.

Amsakar menyebut, pembangunan ini bergantung pada kesiapan finansial dan kemungkinan kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk pelaku usaha. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved