Sabtu, 11 April 2026

Lingga Terkini

DBD Serang 23 Warga Lingga Mulai Januari Hingga Maret 2025, Dinkes Serukan 3M

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, telah mencatat puluhan kasus Demam Berdarah atau DBD tahun ini.

|
Penulis: Febriyuanda | Editor: Agus Tri Harsanto
TribunBatam.id/Febriyuanda
FOGGING DI LINGGA - Tim Dinkes Lingga saat fogging, dalam penanggulangan DBD. Tahun ini, sejak Januari-Maret 2025, ada 23 kasus DBD di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, telah mencatat puluhan kasus Demam Berdarah atau DBD tahun ini.

Sejak Januari-Maret 2025, terhitung ada 23 warga Kabupaten Lingga, terserang penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.

Wilayah Kecamatan Singkep menjadi perhatian, karena menjadi kasus temuan terbanyak di banding wilayah lain, dalam catatan tersebut.

Jumlah ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna Putra.

"Data yang kami peroleh dari Puskesmas maupun Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Lingga tercatat sebanyak 23 kasus,” sebut Wirawan, Kamis (24/4/2025).

Ia menjelaskan, untuk wilayah dengan jumlah kasus terbesar memang di Kecamatan Singkep, yang selanjutnya disusul okeh beberapa kecamatan yang lain.

Dalam penanggulangan DBD, pihak Dinkes Lingga bekerja sama dengan Puskesmas setempat, telah melakukan fogging, untuk memberantas perkembangbiakan nyamuk yang menjadi sumber penyebaran penyakit DBD ini.

“Fogging kami lalukan setelah mendapatkan laporan terkait warga yang tekena penyakit DBD, di tempat tinggal pasien yang terkena DBD ini untuk membunuh nyamuk yang menjadi mata rantai penyebaran penyakit ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, wirawan menambahkan pada awal April 2025 hingga hari ini, belum ada laporan dari puskesmas maupun rumah sakit tantang penambahan kasus DBD ini.

“Alhamdulillah, kabar baiknya, pada awal April 2025 hingga hari ini, kita belum lagi memperoleh laporan terkait penambahan kasus DBD dari Puskesmas maupun Rumah Sakit yang ada di wilayah Kabupaten Lingga,” tambahnya.

Pihaknya menyerukan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lingga, untuk melakukan pola 3M.

Di antaranya, Menguras, Menutup dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. 

Wirawan mengajak masyarakat untuk lebih aktif, dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memutus siklus hidup nyamuk melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Dia menegaskan kembali, warga tidak serta merta mengandalkan fogging sebagai satu-satunya solusi 

"Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa," ucapnya.

Wirawan menegaskan, bahwa tindakan pencegahan yang lebih efektif adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk secara langsung oleh masyarakat.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka, terutama di area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti genangan air," tambahnya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved