SPBU KABIL BATAM VIRAL
Pertamina Sanksi SPBU Kabil Batam Setelah Video Petugas Tolak Isi Pertalite Motor, Layani Jeriken
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sanksi SPBU Kabil Batam setelah video protes pemotor hendak isi Pertalite VIRAL di medsos.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memberi sanksi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Sanksi tegas berupa pemberhentian pasokan produk BBM Pertalite selama tujuh hari mulai hari ini, Selasa (29/4/2025), setelah SPBU itu terbukti melanggar berdasarkan rekaman CCTv.
Pelanggaran yang dilakukan adalah pengisian BBM ke konsumen menggunakan jeriken tanpa surat rekomendasi resmi.
Dalam masa pemberian sanksi, Pertamina meminta SPBU memperbaiki mekanisme penyaluran BBM subsidi sesuai ketentuan.
"Dalam masa pemberian sanksi, SPBU wajib melakukan perbaikan terhadap mekanisme penyaluran JBT/JBKP sesuai dengan aturan yang berlaku. Apabila tidak dilakukan perbaikan pengelolaan penyaluran BBM subsidi maka Pertamina akan memberikan sanksi yang lebih berat," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria.
Baca juga: Karyawan SPBU di Gresik Dirampok Saat Hendak Stor Uang Rp 110 Juta ke Bank, Korban Ditembak
Sanksi tegas kepada SPBU Kabil Batam itu setelah video viral di medsos terkait keluhan masyarakat.
Video itu memperlihatkan perekam kecewa kepada petugas SPBU yang menolak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk pelanggan biasa, namun tetap melayani pembelian menggunakan jeriken.
Dalam kiriman video Senin (28/4/2025) melansir Kompas.com, perekam merupakan seorang pria.
Ia menyebut dirinya tidak diizinkan mengisi Pertalite untuk kendaraan roda dua miliknya.
Kekesalan itu kemudian memuncak saat ia melihat petugas SPBU mengisi Pertalite ke beberapa jeriken yang dibawa seorang pria.
Baca juga: VIDEO - Kronologi Emak-emak di Bekasi Tampar Petugas SPBU, Korban Langsung Lapor Polisi
"Sama kami enggak, Kau bilang mau audit. Kau jujur sama saya," tegas si perekam sembari menunjuk petugas SPBU.
Ia juga mempertanyakan alasan penolakan tersebut dan mengancam akan membuat kejadian itu viral.
"Orang miskin begini nggak ko kasih, kurang ajar kau ni. Entah apa maksud mu, nggak tahu saya, ini saya viral kan ini. Kalau kita pakai motor besar oke lah, Pertamax," katanya dalam rekaman video. (TribunBatam.id/*) (Kompas.com)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| SPBU Kabil di Batam Beroperasi Normal, Sempat Kena Sanksi Usai Viral Isi Pertalite Pakai Jeriken |
|
|---|
| Istri Tersangka Kasus Isi BBM di SPBU Kabil Batam Menangis Minta Keadilan: Saya Merasa Terzalimi |
|
|---|
| Pelaku Pengisian Pertalite Pakai Jerigen Masih Anak Dibawah Umur, Statusnya Masih Saksi |
|
|---|
| Selama Lima Bulan, Pelaku Penyelewengan BBM di Batam Raup Untung Hingga Rp 2 Miliar |
|
|---|
| Polisi Bongkar Penyelewengan BBM di Batam, Ternyata Pelaku Manfaatkan Anak Dibawah Umur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pertamina-sanksi-SPBU-Kabil-Batam-Kepri.jpg)