Jumat, 24 April 2026

WNA Malaysia Korban Penipuan di Karimun

Kronologi Belasan WNA Malaysia Jadi Korban Penipuan Oknum Driver Online 

Terungkap kronologi belasan WNA Malaysia jadi korban penipuan di Karimun oleh oknum driver online. Apa yang sebenarnya terjadi?

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
WNA MALAYSIA DI KARIMUN - Belasan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia menjadi korban penipuan oleh oknum driver online di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Belasan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia menjadi korban penipuan di Karimun oleh oknum driver online.

Seorang WNA Malaysia korban penipuan oleh oknum driver online di Karimun, Raja mengungkap kronologi apa yang ia mereka alami.

Penipuan di Karimun yang menimpa sejumlah WNA Malaysia itu bermula saat dirinya berkenalan dengan RO yang mengaku sebagai sopir taksi di Karimun.

RO mengaku bisa menyiapkan fasilitas turis berwisata di Karimun, termasuk pemesanan hotel dengan biaya Rp 8 juta dan transportasi Rp 3 juta.

Setelah sepakat, para wisman asal Malaysia itu mentransfer uang sebesar Rp 8 juta untuk penginapan kepada RO, seminggu sebelum berangkat ke Karimun.

Namun sehari sebelum rombongan berangkat dari Malaysia, RO memberikan kabar dirinya telah menghabiskan uang sebesar Rp 4 juta untuk berjudi. 

Baca juga: Perkelahian Sopir Angkot dan Driver Online di Karimun Terekam CCTv Akhirnya Damai

Namun, rombongan turis asal Malaysia itu tetap berangkat ke Karimun sebagaimana rencana awal mereka.

Setibanya di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, rombongan asal Malaysia dijemput oleh RO yang ternyata seorang sopir taksi online.

Namun ketika para turis itu menanyakan hotel tempat mereka menginap, RO tidak bisa menunjukannya.

Bahkan RO meminta lagi tambahan uang sebesar Rp 3 juta untuk transportasi.

"Awalnya kami mau pesan sendiri hotelnya. Katanya bisa dapat harga hotel bagus dan lebih murah. Ketika kami sampai di Karimun dia tidak tahu antar ke hotel mana," ujar Raja.

Sejumlah sopir taksi konvensional di pelabuhan juga sempat mencegah tindakan tersebut.

Baca juga: Rencana Pemkab Karimun Persiapkan Transportasi Bagi Turis, Dorong Pengembangan Pariwisata

Akhirnya, pihak kepolisian dari Polsek KKP turun tangan dan membawa semua pihak untuk dimintai keterangan.

"Polisi telah menengahi. Pihak driver taksi online lainnya juga datang membantu. Sebagai bentuk ganti rugi, disepakati bahwa kami akan diberi tujuh kamar penginapan untuk dua malam," jelasnya.

Meski telah menerima kompensasi, para turis tetap menyayangkan insiden ini.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved