Selasa, 21 April 2026

DEMO DRIVER ONLINE DI BATAM

Ribuan Driver Online Batam Akan Turun ke Jalan pada 20 Mei 2025, Ini Tuntutannya

Ribuan driver online di Kota Batam akan menggelar aksi damai pada 20 Mei 2025 mendatang, bertepatan Hari Kebangkitan Nasional

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
DRIVER ONLINE - Potret driver online Batam saat aksi di kantor perwakilan aplikator di Kawasan Botania Batam, beberapa waktu lalu. Massa dari driver online Batam akan turun ke jalan pada 20 Mei 2025 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ribuan driver online di Kota Batam akan menggelar aksi damai pada 20 Mei 2025 mendatang. 

Aksi bertajuk "Aksi 205" yang dilakukan serentak di 14 kota di Indonesia ini, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Di Batam, aksi ini digerakkan oleh Komunitas Andalan Driver Online (Komando), Aliansi Driver Online Batam (Adob) serta didukung belasan komunitas ojek online lainnya dari pengemudi roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

"Kita jadikan 20 Mei sebagai momentum kebangkitan transportasi online. Kita turun aksi damai sebagai bentuk kekecewaan kami atas sejumlah kebijakan aplikator yang makin memberatkan driver," ujar Feryandi Tarigan, Ketua Komando Batam kepada Tribun Batam, Sabtu (17/5/2025).

Baca juga: Driver Online Batam Minta Pemerintah Bertindak, Aplikator Tak Jalankan SK Gubernur Kepri

Ia melanjutkan, massa aksi akan membawa sejumlah tuntutan dan bergerak ke sejumlah titik di Batam.

"Aksi akan menyasar enam titik yaitu Kantor Grab Batam, Gojek, Maxim, DPRD Kota Batam, Kantor Wali Kota Batam, dan Kantor Perwakilan Gubernur Kepri," sebutnya

Salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah penerapan Peraturan Gubernur Kepulauan Riau.

Hal itu tertuang dalam SK Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024, yang mengatur tarif layanan transportasi online.

Dalam aksi tersebut ia memperkirakan, sedikitnya 2.000 driver akan turun ke jalan.

"Yang sudah terkonfirmasi sekitar 2.000 driver R2 dan R4, Komando dan ADOB. Kita (Komando) sebagai penanggung jawab, dan di Batam ini ada banyak komunitas dan saat dikonfirmasi sepakat untuk turun," kata Tarigan.

Mereka membawa lima tuntutan utama, yakni:

1. Seluruh aplikator wajib mengikuti SK Gubernur Kepri Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024 terkait tarif resmi transportasi online.

2. Hapus program Grab Hemat 

3. Hapus program GoFood Goceng 

4. Batasi potongan maksimal 10 persen dari total tarif yang dibayarkan penumpang

Baca juga: 4 Tuntutan Demo di Batam Hari Ini, Buruh dan Driver Online Bersatu

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved