KORUPSI SRITEX
Kronologi Lengkap Iwan Setiawan Lukminto Dirut PT Sritex Ditangkap Kejagung, Pasrah Tanpa Perlawanan
Simak kronologi lengkap penangkapan Direktur Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.
"Penyidik memiliki waktu untuk menentukan bagaimana status yang bersangkutan (apakah tetap saksi atau dinaikkan sebagai tersangka)," jelasnya.
Baca juga: Kejagung Tangkap Komut PT Sritex Iwan Lukminto, Kasus Kredit Bank Pemerintah
Daftar Bank Pemberi Kredit ke Sritex
Diketahui Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.
Mengutip Kontan, mengacu pada laporan keuangan Sritex per 30 Juni 2024, total utang bank Sritex jangka panjang maupun pendek berjumlah US$ 828,09 juta atau berkontribusi sekitar 51,8 persen dari total liabilitas yang dimiliki.
Di mana, total liabilitas Sritex senilai US$ 1,59 miliar.
Adapun, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi kreditur terbesar dari perusahaan yang bergerak di bidang tekstil ini. Sritex memiliki utang di BCA baik itu jangka pendek dan jangka panjang.
Secara rinci, utang di BCA yang bersifat jangka pendek senilai US$ 11.37 juta dan yang bersifat jangka panjang senilai US$ 71,31 juta. Berarti totalnya utang Sritex di bank swasta terbesar di tanah air ini mencapai US$ 82,68 juta.
Namun, utang tersebut sudah sedikit menurun jika dibandingkan dengan posisi akhi tahun 2023. Sebab, pada periode tersebut, utang Sritex di BCA masih senilai US$ 83,53 juta.
Selanjutnya, utang-utang Sritex di bank banyak berasal dari bank-bank milik asing. Sebut saja, State Bank of India, Singapore Branch, Bank QNB Indonesia, hingga Citibank N.A., Indonesia dengan rata-rata nilai lebih dari US$ 35 juta.
Selain itu, bank-bank daerah pun tercatat juga menjadi kreditur dari perusahaan yang sudah berdiri sejak 1966 ini. Misalnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, dan PT Bank DKI yang turut menyalurkan utang untuk Sritex.
Berikut daftar utang bank Sritex per Juni 2024:
- PT Bank Central Asia Tbk - US$ 82,678,431
- State Bank of India, Singapore Branch - US$ 43,887,212
- PT Bank QNB Indonesia Tbk - US$ 36,939,772
- Citibank N.A., Indonesia - US$ 35,826,893
- PT Bank Mizuho Indonesia - US$ 33,709,712
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk - US$ 33,270,249
- PT Bank Muamalat Indonesia - US$ 25,450,705
- PT Bank CIMB Niaga Tbk - US$ 25,339,237
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk - US$ 25,164,698
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah - US$ 24,202,906
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - US$ 23,807,159
- Bank of China (Hong Kong) Limited - US$ 21,775,733
- PT Bank KEB Hana Indonesia - US$ 21,531,883
- Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. - US$ 20,000,000
- Woori Bank Singapore Branch - US$ 19,870,626
- Standard Chartered Bank - US$ 19,570,364
- PT Bank DBS Indonesia - US$ 18,238,794
- PT Bank Permata Tbk - US$ 16,707,929
- PT Bank China Construction Indonesia Tbk - US$ 14,912,809
- PT Bank DKI - US$ 9,130,513
- Bank Emirates NBD - US$ 9,014,852
- ICICI Bank Ltd., Singapore Branch - US$ 6,969,549
- PT Bank CTBC Indonesia - US$ 6,950,110
- Deutsche Bank AG - US$ 6,821,059
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk - US$ 4,970,936
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk - US$ 4,519,559
- PT Bank SBI Indonesia - US$ 4,380,982
- MUFG Bank, Ltd. - US$ 23,777,834
Sosok Bos Sritex
Keluarga Bos PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Iwan Setiawan dikenal tertutup dan sulit ditemui.
Mantan Komisaris Utama PT Sritex itu tinggal di rumah mewah Jalan Enggano Nomor 3 Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.
Saking tertutupnya, petugas kelurahan yang hendak menyerahkan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai kesulitan menemui Iwan Setiawan maupun keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tersangka-Iwan-Setiawan-Lukminto-ISL-selaku-Direktur-Utama-PT-Sritex.jpg)