Senin, 27 April 2026

KORUPSI SRITEX

Kronologi Lengkap Iwan Setiawan Lukminto Dirut PT Sritex Ditangkap Kejagung, Pasrah Tanpa Perlawanan

Simak kronologi lengkap penangkapan Direktur Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.

Editor: Khistian Tauqid
Tribunnews/Jeprima
KREDIT PT SRITEX - Tersangka Iwan Setiawan Lukminto (ISL) selaku Direktur Utama PT Sritex Tahun 2005-2022 berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2025). 

"Penyidik memiliki waktu untuk menentukan bagaimana status yang bersangkutan (apakah tetap saksi atau dinaikkan sebagai tersangka)," jelasnya.

Komisaris Utama Sritex Iwan S. Lukminto usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (28/10/2024). (Elsa catriana/Kompas.com)
Komisaris Utama Sritex Iwan S. Lukminto usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (28/10/2024). (Elsa catriana/Kompas.com) (Kompas)

Baca juga: Kejagung Tangkap Komut PT Sritex Iwan Lukminto, Kasus Kredit Bank Pemerintah

Daftar Bank Pemberi Kredit ke Sritex

Diketahui Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.

Mengutip Kontan, mengacu pada laporan keuangan Sritex per 30 Juni 2024, total utang bank Sritex jangka panjang maupun pendek berjumlah US$ 828,09 juta atau berkontribusi sekitar 51,8 persen dari total liabilitas yang dimiliki. 

Di mana, total liabilitas Sritex senilai US$ 1,59 miliar.

Adapun, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi kreditur terbesar dari perusahaan yang bergerak di bidang tekstil ini. Sritex memiliki utang di BCA baik itu jangka pendek dan jangka panjang.

Secara rinci, utang di BCA yang bersifat jangka pendek senilai US$ 11.37 juta dan yang bersifat jangka panjang senilai US$ 71,31 juta. Berarti totalnya utang Sritex di bank swasta terbesar di tanah air ini mencapai US$ 82,68 juta. 

Namun, utang tersebut sudah sedikit menurun jika dibandingkan dengan posisi akhi tahun 2023. Sebab, pada periode tersebut, utang Sritex di BCA masih senilai US$ 83,53 juta.

Selanjutnya, utang-utang Sritex di bank banyak berasal dari bank-bank milik asing. Sebut saja, State Bank of India, Singapore Branch, Bank QNB Indonesia, hingga Citibank N.A., Indonesia dengan rata-rata nilai lebih dari US$ 35 juta.

Selain itu, bank-bank daerah pun tercatat juga menjadi kreditur dari perusahaan yang sudah berdiri sejak 1966 ini. Misalnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, dan PT Bank DKI yang turut menyalurkan utang untuk Sritex.

Berikut daftar utang bank Sritex per Juni 2024:

  1. PT Bank Central Asia Tbk - US$ 82,678,431
  2. State Bank of India, Singapore Branch - US$ 43,887,212
  3. PT Bank QNB Indonesia Tbk - US$ 36,939,772
  4. Citibank N.A., Indonesia - US$ 35,826,893
  5. PT Bank Mizuho Indonesia - US$ 33,709,712
  6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk - US$ 33,270,249
  7. PT Bank Muamalat Indonesia - US$ 25,450,705
  8. PT Bank CIMB Niaga Tbk - US$ 25,339,237
  9. PT Bank Maybank Indonesia Tbk - US$ 25,164,698
  10. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah - US$ 24,202,906
  11. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - US$ 23,807,159
  12. Bank of China (Hong Kong) Limited - US$ 21,775,733
  13. PT Bank KEB Hana Indonesia - US$ 21,531,883
  14. Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. - US$ 20,000,000
  15. Woori Bank Singapore Branch - US$ 19,870,626
  16. Standard Chartered Bank - US$ 19,570,364
  17. PT Bank DBS Indonesia - US$ 18,238,794
  18. PT Bank Permata Tbk - US$ 16,707,929
  19. PT Bank China Construction Indonesia Tbk - US$ 14,912,809
  20. PT Bank DKI - US$ 9,130,513
  21. Bank Emirates NBD - US$ 9,014,852
  22. ICICI Bank Ltd., Singapore Branch - US$ 6,969,549
  23. PT Bank CTBC Indonesia - US$ 6,950,110
  24. Deutsche Bank AG - US$ 6,821,059
  25. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk - US$ 4,970,936
  26. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - US$ 4,519,559
  27. PT Bank SBI Indonesia - US$ 4,380,982
  28. MUFG Bank, Ltd. - US$ 23,777,834

Sosok Bos Sritex

Keluarga Bos PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Iwan Setiawan dikenal tertutup dan sulit ditemui.

Mantan Komisaris Utama PT Sritex itu tinggal di rumah mewah Jalan Enggano Nomor 3 Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Saking tertutupnya, petugas kelurahan yang hendak menyerahkan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai kesulitan menemui Iwan Setiawan maupun keluarganya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved