Angka Kemiskinan Nasional 8,57 Persen, Kepala BPS RI Ungkap Kondisi Kepri
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan tren yang positif sejak beberapa tahun terakhir.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan di Indonesia pada Semester II tahun 2024.
Per September 2024, persentase penduduk miskin nasional tercatat sebesar 8,57 persen, turun dari 9,36 persen pada periode yang sama tahun 2023.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan tren yang positif sejak beberapa tahun terakhir.
"Yang Semester 2 tahun lalu kan 8,57 persen secara nasional. Yang tahun ini, bulan Juli kami akan keluarkan versi Maret 2025," ujar Amalia saat ditemui di Batam belum lama ini.
Amalia menjelaskan, tren kemiskinan di Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan perbaikan yang konsisten.
Baca juga: BPS RI, Pemko dan BP Batam Kolaborasi, Dorong Kebijakan Tepat Sasaran lewat Data
"Untuk trennya lebih baik, menurun untuk tingkat kemiskinan di Indonesia," tambahnya.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin nasional pada September 2024 tercatat sebanyak 24,06 juta orang.
Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan capaian yang lebih baik dibanding nasional.
Persentase penduduk miskin di Kepri pada September 2024 tercatat hanya 4,78 persen, turun dari 5,37 persen pada Maret 2024.
Penurunan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Baca juga: BPS RI Ungkap PDRB Kepri di Atas Rata-rata Nasional: Setara Brasil, Lampaui Thailand
Untuk wilayah perkotaan, angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 4,36 persen.
Sedangkan di perdesaan, penurunan lebih signifikan, dari 9,94 persen menjadi 8,55 persen.
Penurunan ini mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat Kepri secara menyeluruh, terutama di wilayah pedesaan yang sebelumnya mengalami tekanan ekonomi lebih besar.
BPS mencatat, sejak tahun 2013 hingga 2024, tren angka kemiskinan secara nasional mengalami penurunan dari 11,46 persen (2013) menjadi 8,57 persen (2024).
Meskipun sempat naik pada masa pandemi COVID-19 di tahun 2020 (10,19 persen), angkanya kembali menurun secara bertahap. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| 10 Ribu ASN Pemko Batam Jalani WFH Hari Ini, Absen Tiga Kali Sehari lewat Aplikasi Simpeg |
|
|---|
| Hari Pertama WFH ASN Pemko Batam, Kantor Wali kota Batam Sepi, AC dan Lampu Kantor Banyak Mati |
|
|---|
| 5.000 Ton Beras Penuhi Gudang Bulog Batam, Guido: Stok Banyak, Bisa untuk Tiga Bulan Kedepan |
|
|---|
| Rekan Kerja Tikam Teman di Nagoya Thamrin City Batam, Polisi Ringkus Pelaku 4 Jam Usai Kejadian |
|
|---|
| Wagub Nyanyang Soroti Tantangan Keamanan Laut Kepri saat Hadiri Peresmian Mako Bakamla di Batam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kepala-BPS-RI.jpg)