Kamis, 4 Juni 2026

Kani Dwi Haryani Jengkel Diperdaya Marfuah Ngaku Febian Mantan Pilot, Terbongkar Gara-gara Bunga

Kani Dwi Haryani, staf media pribadi Presiden RI Prabowo Subianto menjadi korban penipuan dari perempuan yang menyamar sebagai mantan pilot

Tayang:
Dok Tribun Jateng
PENIPUAN - Tampang Marfuah, penipu staf media Presiden Prabowo sebesar Rp48 juta. Ia menyamar sebagai pilot Emirates untuk mengelabuhi korbannya, Jumat (20/6/2025). 

TRIBUNBATAM.id - Penyamaran Marfuah terbongkar. Gadis asal Lebak Banten ini menyamar sebagai mantan pilot Garuda Indonesia yang kini bekerja di Emirates, Uni Emirat Arab untuk memperdaya Kani Dwi Haryani, staf media pribadi Presiden RI Prabowo Subianto.

Bukan hanya perasaan yang dipermainkan, Kani mengalami kerugian Rp 48 juta.

Semua berawal pada November 2024, saat sebuah akun Instagram bernama @febrianalydrss_ mengomentari unggahan Kani.

“Salamin ke Pak Wowo ya mba,” tulis akun tersebut, mengaku sebagai Febrian Alaydrus, mantan pilot Garuda Indonesia yang kini bekerja di Emirates, Uni Emirat Arab.

Kani yang membalas komentar itu dengan santai, “Hi, Helooooo, Okeeey disalamken hehe,” tak menyangka bahwa percakapan ringan itu akan jadi awal dari drama panjang.

Percakapan berlanjut ke pesan langsung dan akhirnya bertukar nomor WhatsApp.

Dalam chat, si pelaku memperkenalkan diri sebagai Febrian—seorang pilot karismatik, sopan, dan perhatian. Tipe yang gampang bikin siapa pun luluh.

Pada 1 Maret 2025, si “Febrian” mulai minta bantuan. Katanya, butuh Rp13 juta untuk biaya administrasi masuk kerja sepupunya yang bernama Cipa. Tanpa curiga, Kani pun mengirim uang ke rekening atas nama Indri Sintia.

Lalu pada 27 April 2025, permintaan kedua datang. Kali ini Rp35 juta, alasannya untuk membayar training Emirates. Total kerugian: Rp48 juta.

Kecurigaan Kani muncul saat ia mencoba mengirim bunga ke alamat si Febrian di Rangkasbitung.

Tapi alamatnya ternyata fiktif. Merasa ada yang janggal, Kani pun nekat melakukan investigasi pribadi.

Hasilnya mengejutkan: sosok di balik akun itu adalah Marfuah, perempuan 21 tahun asal Lebak, Banten.

“Total kerugian Rp48 juta. Tapi Rp20 jutanya sudah dikembalikan setelah saya gerebek sendiri ke rumahnya. Sisanya Rp28 juta belum kembali,” ujar Kani saat diwawancarai TribunBanten.com, Selasa (17/6/2025).

Tak berhenti di situ, Kani juga menemukan bahwa Marfuah menggunakan foto-fotonya saat bertugas di Istana Kepresidenan.

Foto-foto itu diunggah ulang oleh akun palsu untuk memperkuat narasi bahwa si Febrian memang dekat dengan lingkungan istana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved