Breaking News
Senin, 20 April 2026

KASUS MUTILASI DI PADANG PARIAMAN

Inilah Pesan dan Curhat Terakhir Septia Ananda Sebelum Dimutilasi Wanda di Padang Pariaman

Jadi korban mutilasi di Padang Pariaman, ini curhat terakhir dari Septia Ananda.  Pesan terakhir pada ibu juga sempat diucapkan olehnya.

Editor: agus tri
TribunPadang.com/Panji Rahmat
KASUS PEMBUNUHAN MUTILASI- Pihak keluarga atau abang dari korban pembunuhan mutilasi sedang memadangi foto Septia Adinda yang ada pada dinding rumah duka di kawasan Balah Ilia Utara, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (20/6/2025). Keluarga korban, Donal, yakin bahwa korban dimutilasi dengan menggunakan alat dan bukanlah parang. 

Tiba-tiba saja polisi datang menjemput keluarga pada Rabu (18/6/2025).

Polisi membawa keluarga ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Ketika ditunjukan sejumlah potongan tubuh, Dasrizal langsung bisa memastikan bahwa itu adalah Septia Ananda.

"Saya langsung yakin itu adalah anak saya," katanya.

Seakan memang firasat, Dinda sempat menuliskan curhatannya di akun TikTok.

Ia memposting video pada tanggal 6 Juni 2025 berupa video siluet seorang perempua berdiri di bibir pantai.

"Entah seindah apa di ujung sana. Yang jelas aku masih di perjalanan," tulisnya.

Bukan hanya sekali, sebelumnya pun Dinda menyinggung tentang kematian.

"Mana mungkin bekas pemaiin tewas dipermainkan," tulisnya.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan Dinda dibunuh Satria Juhanda.

Wanda kemudian memotong tubuh Dinda menjadi 10 bagian.

Kini polisi sudah menemukan sejumlah potongan yang di antaranya dibuang ke Sungai Batang Anai.

Kepada polisi Wanda mengaku kesal pada Dinda.

Sebab menurut pelaku, korban memiliki utang sebanyak Rp 3,5 juta.

"Tapi tak kunjung dibayar," kata Faisol.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved