KAPAL TENGGELAM DI BATAM
Cuaca Jadi Kendala Pencarian 3 Korban Hilang Insiden Kapal Tenggelam di Bulang Batam
Kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pencarian 3 korban hilang insiden kapal tenggelam di Bulang, Batam di hari kedua, Kamis (26/6)
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Hari kedua pencarian korban hilang dalam insiden tenggelamnya kapal long boat yang mengangkut 13 pemuda dari Selat Nenek di perairan Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, berlanjut, Kamis (26/6/2025).
Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan tiga korban kapal tenggelam yang belum ditemukan.
Operasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian di tengah cuaca yang mulai memburuk dan gelombang laut yang meninggi.
Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Tanjungpinang, Eryk Subarianto, mengatakan pencarian hari kedua ini difokuskan di wilayah laut dengan memperluas radius pencarian dari titik awal.
Baca juga: Pulanglah Nak, Ibu Tunggu, Tangis Ibu Cari Anaknya Korban Kapal Tenggelam di Bulang
“Hari ini kami melanjutkan operasi SAR untuk mencari korban tenggelam di sekitar perairan Setokok. Tim gabungan dari Basarnas, Polairud, Lanal, KPLP, Bakamla, hingga perangkat desa dan warga dikerahkan. Semua unsur bahu-membahu di lapangan,” ujar Eryk saat ditemui di Posko SAR Desa Setokok.
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pencarian.
Arus laut yang mengarah ke selatan menyebabkan gelombang meningkat, sehingga kapal kecil tidak bisa menjangkau titik-titik tertentu.
“Cuaca siang ini cukup menantang. Gelombang mulai tinggi, arus kuat, jadi kami maksimalkan penggunaan alat utama (alut) berukuran besar untuk menjangkau area tengah laut. Untuk penyisiran di sekitar pesisir, kami tetap menggunakan alut kecil, sambil memastikan aspek keselamatan seluruh personel,” ujarnya.
Pencarian hari ini diperluas hingga dua mil laut dari lokasi kapal terbalik, ke arah selatan dan utara. Prediksi arus pasang surut ikut menjadi pertimbangan tim SAR dalam menentukan sektor pencarian.
“Setiap pergerakan dihitung berdasarkan SAR Prediction dan sub-unit prediksi arus laut. Koordinasi terus dilakukan dengan masyarakat dan perangkat desa. Untuk di darat, warga telah kami minta tetap siaga dan menyebarkan informasi apabila ada tanda-tanda keberadaan korban di pesisir,” kata Eryk.
Operasi SAR ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari, namun dapat diperpanjang atau diperpendek tergantung situasi dan hasil pencarian.
Meski pencarian aktif hanya dilakukan hingga sore hari karena keterbatasan visual, tim tetap siaga penuh di malam hari.
Baca juga: Pencarian Korban Hilang Kapal Tenggelam di Bulang Batam Diperluas Hingga 2 Mil
“Kami tetap standby di posko dan terus memantau perkembangan, kalau ada laporan atau tanda-tanda di malam hari, akan langsung kami tindak lanjuti. Walau pencarian dihentikan sementara pada malam hari, kesiapsiagaan tetap kami jaga,” ujarnya.
Eryk menambahkan 10 korban yang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, kini telah kembali ke keluarga masing-masing.
“Informasi awal kami terima dari warga yang menyebutkan ada kapal tenggelam. Setelah itu tim langsung berkoordinasi dan bergerak cepat dari posko awal di Setokok. Pencarian hari pertama dilakukan hingga pukul 23.00 malam, dan hari ini kami teruskan dengan fokus lebih luas,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, kapal long boat yang mengangkut 13 pemuda itu tenggelam saat mereka dalam perjalanan mengikuti turnamen sepak bola di Pulau Setokok.
Tiga penumpang masih belum ditemukan. Harapan besar kini bertumpu pada kerja keras tim SAR dan doa dari keluarga serta masyarakat setempat. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
breaking news batam hari ini
TribunBreakingNews
breaking news
Kapal Tenggelam
Selat Nenek
Setokok
Bulang
Batam
| Kapal Asal Jambi Tenggelam di Batam, KM Senang Hati 68 Bawa Kelapa Rugi Rp800-an Juta |
|
|---|
| Kronologi KM Senang Hati 68 Asal Jambi Tenggelam di Batam, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa |
|
|---|
| KM Senang Hati 68 di Batam Bawa Kelapa Tenggelam di Setokok, Awak Kapal Ungkap Detik-detik Mencekam |
|
|---|
| Kapal Tenggelam di Batam Renggut Nyawa 3 Warga, Polsek Bulang Edukasi Keselamatan Laut |
|
|---|
| Kelebihan Muatan Renggut Nyawa Anak Pulau, Hasim Sebut Ini Harus Jadi Pelajaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kepala-Operasi-dan-Siaga-Basarnas-di-posko-SAR-Pulau-Setokok-didampingi-tim-Airud-dan-TNI-AL.jpg)