Sabtu, 25 April 2026

Pesilat di Malang Ditikam Hingga Tewas, Diduga Gegara Knalpot Motor Bising

Seorang pesilat meninggal dunia usai ditikam oleh pelaku FR alias Fatur (25) di  Jalan Raden Panji Suroso, Kecamatan Blimbing

TribunJatim.com/ Kukuh Kurniawan
PENUSUKAN - Tersangka FR alias Fatur saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polresta Malang Kota, Jawa Timur, Jumat (4/7/2025). 

Lalu untuk korban berinisial RPS, asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengalami luka tusuk di dada kiri serta paha kiri dan korban inisial DA asal Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar mengalami luka sabetan di lengan kiri.

"Keduanya masih menjalani perawatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang," ucapnya.

Usai melakukan penusukan, pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa konvoi hingga mengalami luka di bagian kepala.

Selanjutnya, pelaku berusaha bersembunyi dan membuang pisaunya.

"Namun dalam waktu kurang dari empat jam setelah kejadian atau tepatnya sekira pukul 05.00 WIB, tersangka berhasil kami amankan saat mengobati lukanya di RSSA Malang. Untuk barang bukti berupa pisau, juga sudah kami temukan," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka Fatur bekerja di satu perusahaan pembiayaan (finance) dan tidak ada kaitannya dengan perguruan silat manapun.

"Ini murni tindakan kriminal pelaku yang merasa terganggu dengan adanya konvoi lalu emosinya tersulut," katanya.

Kombes Nanang juga menambahkan, pihaknya telah berupaya melakukan langkah antisipasi terhadap konvoi perguruan silat yang melewati wilayah Kota Malang.

"Sudah kami sekat di berbagai titik, dan sebagian rombongan kami suruh putar balik. Tapi euforia di jalan, tidak bisa kami prediksi sepenuhnya," kata dia.

Atas perbuatannya FR dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) subsider Pasal 351 ayat (2) juncto Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Terpisah, kuasa hukum tersangka FR alias Fatur, Dimas Juardiman, penusukan itu terjadi secara spontan akibat kliennya dikeroyok.

"Awalnya, rombongan konvoi perguruan silat ini sudah melintas di Jalan Raden Panji Suroso menuju Singosari lalu putar balik kembali ke Jalan Raden Panji Suroso. Kemudian, mereka blayer-blayer motor lalu tersangka ini terganggu dan langsung berdiri meneriaki kawanan konvoi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (4/7/2025).

Baca juga: Balas Dendam Keluarga, Dulu Ayah Tewas di Tikam Kini Anak Alami Nasib yang Sama, Pelaku Pecatan TNI

Setelah itu, mereka turun dari kendaraannya lalu mendatangi dan memukuli tersangka.

Tersangka yang juga dalam pengaruh minuman alkohol, ikut tersulut emosi dan terjadi keributan.

"Sudah kami sekat di berbagai titik, dan sebagian rombongan kami suruh putar balik. Tapi euforia di jalan, tidak bisa kami prediksi sepenuhnya," kata dia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved