KEBAKARAN DI NATUNA
Kebakaran di Natuna Bikin Warga Panik, Rumah Safrandi Berubah Jadi Abu dalam Sekejap
Kebakaran di Natuna hanguskan rumah yang dihuni keluarga Safrandi, Minggu (20/7) pagi. Rumah kayu itu berubah jadi abu dalam hitungan menit
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Suasana tenang di Jalan Air Kumbik, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, mendadak berubah mencekam, Minggu (20/7/2025).
Sekitar pukul 09.00 WIB, sebuah rumah panggung kayu milik warga bernama Darwis, yang dihuni keluarga Safrandi (53) warga asal Serasan, ludes dilalap si jago merah hanya dalam hitungan menit.
Kebakaran hebat di Natuna itu sontak membuat warga sekitar panik.
Api yang diduga berasal dari korsleting listrik muncul pertama kali di bagian depan rumah. Lalu dengan cepat membesar akibat hembusan angin yang cukup kencang.
“Awalnya api muncul dari bagian depan, terus membesar cepat sekali karena angin juga kencang. Rumahnya kan dari kayu, jadi tak butuh waktu lama habis,” ujar Yayan, warga sekitar yang ikut membantu proses evakuasi.
Meski kobaran api begitu cepat, ia dan warga lainnya sempat berupaya menyelamatkan beberapa barang dalam rumah yang terbakar sebelum api membesar.
“Yang sempat diselamatkan cuma satu tabung gas dan sepeda motor. Barang-barang lain sudah tak bisa diambil lagi karena api terlalu besar,” katanya.
Ketua RT 004 RW 005 Ranai Darat, Suparmin, membenarkan rumah tersebut ditempati oleh Safrandi bersama istri, anak, dan cucunya.
Saat kejadian, Safrandi sedang berada di luar rumah yaitu di kebun.
“Istri dan cucunya yang saat itu di rumah langsung menyelamatkan diri lewat pintu belakang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Suparmin.
Ia menyebut, api dengan garang membesar dan tak butuh waktu lama menyebar ke seisi rumah.
“Sekitar 15 menit saja rumahnya sudah habis semua. Kayunya cepat sekali terbakar,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Natuna, Syawal, melalui Kasi Sarpras, Pengolahan Data dan Informasi, Nurhakim mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.30 WIB dari warga yang datang langsung ke kantor.
“Dua unit mobil pemadam langsung dikerahkan. Api berhasil dikendalikan dalam 30 menit. Pemadaman total selesai pukul 10.45 WIB setelah memastikan lokasi benar-benar aman,” jelas Nurhakim.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik.
Namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwenang.
“Diduga karena konsleting listrik. Tidak ada hambatan besar saat proses pemadaman, hanya arah angin yang berubah-ubah menjadi tantangan,” ungkapnya.
Dari pantauan di lapangan, saat ini lokasi rumah yang terbakar telah dipasangi garis polisi, untuk identifikasi lebih lanjut. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)
Lahan Dua Hektare di Air Kolek Natuna Terbakar, Damkar Butuh 2 Jam Padamkan Api |
![]() |
---|
Kebakaran Lahan di Natuna Kian Marak, Hari ini Dua Hektare Hangus di Kawasan Sebayar |
![]() |
---|
Kebakaran Lahan di Natuna Hanguskan 4 Hektare Lahan di Batu Sisir, Terjadi Saat Panas Terik |
![]() |
---|
Safrandi Korban Kebakaran di Natuna Terbantu Bantuan Pemkab: Semua Barang Habis |
![]() |
---|
Pilu ASN di Natuna, Safrandi Pasrah Rumahnya Ludes Terbakar Saat Nyambi di Kebun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.