Senin, 11 Mei 2026

Konflik Thailand vs Kamboja

Kamboja Bersumpah Balas Serangan Thailand, 16 Orang Tewas 120 Ribu Warga Mengungsi

Kamboja merasa tidak punya pilihan selain merespons tindakan Thailand yang disebut "melanggar kedaulatan nasional".

Tayang:
Kmher Times
TETARA KAMBOJA - Kamboja menyatakan pihaknya tidak punya pilihan selain melanjutkan serangan guna membalas tindakan Thailand yang melanggar kedaulatan nasional 

TRIBUNBATAM.id - Kamboja bersumpah akan membalas serangan militer Thailand.

Kamboja merasa tidak punya pilihan selain merespons tindakan Thailand yang disebut "melanggar kedaulatan nasional".

Pernyataan tersebut dilontarkan usai Thailand mendesak Kamboja untuk segera menghentikan serangan terhadap target militer maupun sipil.

Tak hanya itu, Thailand juga memaksa Kamboja berhenti melakukan tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan Thailand.

Kendati mendapat intimidasi, Kamboja menyatakan pihaknya telah menunjukkan sikap sabar dan mendorong dialog damai sesuai Nota Kesepahaman (MoU) bilateral tahun 2000.

Namun, kali ini, pemerintah Kamboja menyebut tidak punya pilihan selain melanjutkan serangan guna membalas tindakan Thailand.

"Mempertahankan tanah air bukanlah agresi. Itu hak asasi setiap bangsa," tegas pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Kamboja, dilansir media lokal Phnompenh Post.

Perlu diketahui perseteruan antara Thailand dan Kamboja berakar dari sengketa wilayah perbatasan, terutama di sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.

Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial Inggris, batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur.

Akibatnya, wilayah kuil dan sekitarnya menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik.

Meskipun Mahkamah Internasional telah menetapkan kepemilikan wilayah ini kepada Kamboja pada 1962, ketegangan terus muncul karena Thailand menolak pengakuan penuh atas batas wilayahnya hingga berujung konflik berdarah.

Di tengah ketegangan memanas, pemerintah Kamboja telah menyiagakan seluruh unit militer di provinsi Oddar Meanchey, Preah Vihear, dan wilayah barat laut sebagai bentuk respons terhadap bentrokan bersenjata serius dengan Thailand.

Upaya dilakukan pascamiliter Kamboja menembakan senjata berat termasuk artileri lapangan dan sistem peluncur roket BM‑21 Grad untuk membalas serangan jet tempur F‑16 Thailand.

Peningkatan saling tembak antara militer Thailand dan Kamboja dapat mengarah pada perang, kata Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai.

Korban tewas bertambah

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved