Minggu, 12 April 2026

Konflik Thailand vs Kamboja

Kamboja Hilang Kesabaran, Tak Punya Pilihan Selain Serang Balik Thailand

Pemerintah Kamboja sudah hilang kesabaran hingga tak bisa mencari pilihan selain menyerang balik Thailand.

Editor: Khistian Tauqid
Tangkapan layar YouTube NDTV
PERBATASAN THAILAND KAMBOJA - Tangkapan layar YouTube NDTV pada Jumat (25/7/2025) yang menampilkan perbatasan darat antara Thailand dan Kamboja pada malam hari.Bentrokan sengit di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Kamis, 24 Juli 2025 telah menewaskan 14 orang. Pemerintah Kamboja sudah hilang kesabaran hingga tak bisa mencari pilihan selain menyerang balik Thailand. 

TRIBUNBATAM.id - Perseteruan Thailand dengan Kamboja semakin memanas semenjak Rabu (23/7/2025).

Aksi saling tuduh siapa yang menyerang pertama kali antara Thailand dengan Kaboja tak terhindarkan.

Thailand mengklaim terdapat 14 orang yang tewas akibat serangan roket Kamboja, pada Kamis (24/7/2025).

Kamboja yang menyebut Thailand yang melakukan invasi dengan menggunakan jet tempur F-16 menyerang sejumlah titik strategis di wilayah Provinsi Oddar Meanchey.

Kabar terbaru Pemerintah Kamboja menyatakan akan melakukan serangan balik ke wilayah Thailand.

Pasalnya, Pemerintah Kamboja beranggapan bahwa tindakan Thailand sudah melanggar kedaulatan nasional.

Pemerintah Kamboja mengaku sudah menunjukkan kesabaran serta ingin berdialog untuk menempuh jalur damai sesuai Nota Kesepahaman (MoU) bilateral tahun 2000.

Kendati demikian, Pemerintah Kamboja sudah hilang kesabaran hingga tak bisa mencari pilihan selain menyerang balik Thailand.

"Mempertahankan tanah air bukanlah agresi. Itu hak asasi setiap bangsa," tegas pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Kamboja, dilansir media lokal Phnompenh Post.

Seperti diketahui, konflik Thailand dan Kamboja sejatinya bermula dari sengketa wilayah perbatasan.

Khususnya sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.

Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial Inggris, batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur. 

Akibatnya, wilayah kuil dan sekitarnya menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik.

Meskipun Mahkamah Internasional telah menetapkan kepemilikan wilayah ini kepada Kamboja pada 1962, ketegangan terus muncul karena Thailand menolak pengakuan penuh atas batas wilayahnya hingga berujung konflik berdarah.

Di tengah ketegangan memanas, pemerintah Kamboja telah menyiagakan seluruh unit militer di provinsi Oddar Meanchey, Preah Vihear, dan wilayah barat laut sebagai bentuk respons terhadap bentrokan bersenjata serius dengan Thailand.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved