PESAWAT JATUH DI BOGOR

Kisah Marsma Fajar sebelum Tewas Kecelakaan Pesawat, Pernah Duel Udara dengan Pesawat Tempur AS

Kisah heroik Marsma Fajar yang lolos setelah dikunci rudal rudal atau missile lock pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).

Editor: Khistian Tauqid
kolase Instagram fajar_f16
PESAWAT LATIH JATUH - Sosok pilot pesawat latih yang jatuh di Ciampea, Kabupaten Bogor, Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto. Postingan terakhirnya jadi sorotan. 

Ia lalu bercerita saat pesawat F-16 TNI AU melakukan manuver agar lepas dari lock jet tempur AS. Manuver tersebut yakni pesawat TNI AU melakukan belok secara tiba-tiba kanan dan kiri.

Lalu, lock pesawat AS lepas selama 15 detik. Kemudian, jet tempur TNI AU membalas dengan mengunci pesawat AS.

"Jadi tetap pesawat mereka tidak hilang dari radar kita. Kita pakai mode namanya auto supaya channel kita juga berganti-ganti jadi kalau lock kita di jam pindah channelnya gitu jadi selama perjalanan kita laksanakan semacam perang elektronik kita maksimalkan barang yang ada di kita meskipun kita mungkin kalah canggih ya dengan pesawat Amerika tapi kita enggak mau kalah," jelas Marsma Fajar Adriyanto. 

Saat bermanuver, Marsma Fajar mengungkapkan keuntungan saat F-16 milik TNI AU berhasil mengejar pesawat tempur AS.

Sedangkan satu pesawat Falcon 2 TNI AU diminta menjauh agar tidak terlihat dari pesawat AS.

"Hornet hampir dua-duanya ngejar kita, ngejar saya. Bisanya kalau memang saling deket dan saling tembak, saya jadi korban tapi nanti dua ini ya ditembak juga sama yang Falcon 2 seperti gitu nah dalam itulah kita ingat kita enggak boleh nembak dulu ya," imbuhnya.

Marsma Fajar mengingat pesan Komandan Skadron saat itu Letkol Penerbang Tatang Harlyansyah yang mendapatkan perintah dari Panglima TNI agar tidak boleh menembak.

Tim penerbang TNI AU hanya melakukan identifikasi. 

"Artinya bukan enggak boleh nembak, jangan nembak duluan kan, kalau nembak duluan berarti dia yang mengatakan perang," katanya.

"Amerika juga gak berani nembak juga ternyata dia hanya ngelock aja. Nah selama perjalanan hampir 2 menit ya itu saling jaming tadi itu kita menghindar jaming, ngelock lagi nah dia ngejaming terus kita pesawat F16 terbatas karena tidak punya alat jaming itu yang kita lakukan nah ketika kita ada sedikit keuntungan bermanuver," kata sambung Marsma Fajar.

Ia menceritakan saat jet tempur TNI AU melakukan maniver maka tiga pesawat AS kembali terbang dari kapal induk.

Total ada lima pesawat tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) pada tahun 2003.

Marsma Fajar mengungkapkan permasalahan pesawat AS itu karena Kapal Induk AS melintasi Laut Jawa yang berada dalam teritori Indonesia.

Diketahui, prosedur kapal induk AS saat berlayar didampikan kapal perusak dan kapal lainnya. Kemudian selama perjalanan dicover oleh dua pesawat.

Kapal Induk AS merasa tidak melanggar wilayah Indonesia.  Sedangkan Indonesia menyatakan Kapal Induk AS telah melewati teritori Indonesia tanpa izin.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved