Keracunan Makanan di Anambas
SPPG Air Asuk Buka Suara soal Dugaan Keracunan MBG di Anambas, Operasional Tutup Sementara
SPPG Air Asuk buka suara soal dugaan keracunan MBG yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Siantan Tengah, Anambas
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Pihak SPPG Air Asuk buka suara soal dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan pelajar di Siantan Tengah Anambas
- Penyebab pasti insiden itu belum dapat diketahui, menunggu hasil uji laboratorium
- Pihak SPPG meyakinkan sebelum dibagikan ke penerima manfaat, menu yang disajikan sudah dipastikan aman dan layak konsumsi
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk buka suara terkait dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Sebanyak 155 orang dari pelajar jenjang PAUD hingga SMP, bahkan orang dewasa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur tersebut, Rabu (15/4/2026) lalu.
Kepala SPPG Air Asuk, Jaya Saputra, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti insiden itu dan masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Kalau dari kami belum bisa memastikan penyebab dari insiden itu. Kami ada sampel untuk diuji. Dan hasil dari uji sampelnya yang bisa mengetahui penyebab pastinya,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribunbatam.id, Kamis (16/4/2026) siang.
Ia menyebutkan, sampel makanan telah diamankan oleh Dinas Kesehatan Anambas dan akan segera diuji untuk mengetahui kandungan di dalamnya.
“Saat ini sampel sudah diambil oleh pihak Dinas Kesehatan, dan kita menunggu hasil, agar jelas apa penyebabnya,” ujarnya.
Menanggapi dugaan kelalaian, Jaya menegaskan proses pengolahan hingga distribusi makanan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Menurutnya, setiap menu yang disiapkan telah melalui pengecekan ketat sebelum diberikan kepada penerima manfaat.
“Dan sebelum kita bagikan itu sudah dipastikan makanan aman dan layak dikonsumsi,” tutur Jaya.
Bahkan, pihak SPPG juga melakukan uji konsumsi terlebih dahulu oleh tim ahli gizi sebagai bagian dari prosedur pengamanan pangan.
“Dari SPPG itu sebelum makanan dibagikan kepada penerima, ada sampel yang diuji dan dimakan oleh tim ahli gizi. Jadi memang ada SOP yang telah ditentukan,” katanya.
Meski demikian, ia tak menampik adanya laporan keluhan kesehatan dari sekolah terkait adanya para siswa mengalami gangguan kesehatan beberapa jam setelah makanan dikonsumsi.
“Penyaluran paling awal itu di SMP Air Nangak, pada pukul 10 pagi, dan disusul sekolah lainnya. Sekitar pukul 13.00 WIB, saya baru dapat laporan kalau ada siswa yang pusing gejala awalnya, kemudian ada yang mual dan muntah-muntah,” ungkapnya.
Sejumlah siswa pun langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kabupaten Kepulauan Anambas Kepri
Keracunan Makanan di Anambas
Program MBG
SPPG
RSUD Palmatak
Puskesmas Siantan Tengah
SPPG Air Asuk
| Usai Keracunan Masal di Anambas, Dapur MBG Akhirnya Ditutup, Polisi Mulai Dalami Kasus |
|
|---|
| Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Ratusan Siswa di Anambas Sebelum Alami Gejala Keracunan |
|
|---|
| 149 Warga Anambas Diduga Keracunan MBG Berangsur Pulih, Sampel Makanan Bakal Diuji di BPOM Batam |
|
|---|
| Tercatat Sudah 153 Korban Diduga Keracunan MBG di Anambas, Termasuk Pelajar dan Orang Dewasa |
|
|---|
| Korban Keracunan Makanan di Anambas Terus Berdatangan ke RS, Sekda Cek Langsung Kondisi Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/SPPG-AIRASUK.jpg)