Rabu, 27 Mei 2026

Anggota Komisi I DPRD Anambas Bertemu Para Siswa Korban Keracunan MBG

Insiden dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas

Tayang:
Tribun Batam/Dok Humas DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas
BERTEMU KORBAN - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj Tety bersama anggota komisi bertemu dengan para siswa korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palmatak, Sabtu (18/4/2026) siang lalu. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Insiden dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (15/4/2026) sore lalu menyita perhatian khalayak ramai.

Dari data yang dihimpun Tribunbatam.id, setidaknya sekitar 153 orang yang menjadi korban.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia.

Para siswa tersebut sudah mendapatkan perawatan medis.

Kasus keracunan itu pun mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Para wakil rakyat tersebut datang menjenguk dan melihat langsung kondisi para siswa di RSUD Palmatak pada Sabtu (18/4/2026) siang.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj Tety memimpin langsung kunjungan tersebut. Dia bersama beberapa anggota lainnya menunjukkan kepeduliannya dengan bertemu para korban, berbicara dari hati ke hati dan menguatkan mereka. Dia juga memastikan para korban memperoleh penanganan medis yang optimal.

“Kondisi para pelajar itu sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif. Anak-anak sudah mulai pulih. Mereka mendapatkan penanganan maksimal dari pihak rumah sakit,” terang Tety kepada TRIBUNBATAM.id di sela-sela kunjungan itu. 

Usai memantau perkembangan para siswa yang menjadi korban keracunan itu, Tety dan sejumlah anggota dewan lain kemudian bergerak cepat. Mereka menggelar rapat evaluasi terhadap proses pengolahan dan pendistribusian makanan bergizi gratis mulai daru hulu sampai hilir.

Mereka pun berencana menggelar rapat untuk membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Anambas guna mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Koordinasi tersebut dimaksudkan untuk mencegah insiden serupa terulang kembali di kemudian hari.

“Pokoknya semua makanan bergizi gratis yang didistribusikan harus dipastikan aman dan layak konsumsi. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Tety.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas lalu mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi terhadap insiden tersebut dengan dugaan masing-masing. Dia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu sampai hasil laboratorium terhadap sampel makanan bergizi gratis itu keluar. (TRIBUNBATAM.id/Surya Iskandar)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved