Rabu, 29 April 2026

Bintan Terkini

Pemkab Bintan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Selama 14 Hari

Langkah ini diambil menyusul lonjakan titik api yang cukup signifikan pada awal tahun 2026.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
TANGGAP DARURAT - Kondisi waduk Sei Jago, Lancang Kuning, Tanjunguban Bintan yang kering akibat kemarau panjang, Rabu (25/3/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tetapkan status tanggap darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan kekeringan di seluruh wilayah Bintan tahun 2026.

Penetapan status ini, terhitung sejak hari ini hingga 14 hari ke depan.

Langkah ini diambil menyusul lonjakan titik api yang cukup signifikan pada awal tahun 2026.

Sudah ratusan hektar lahan terbakar dalam periode Januari - Maret 2026 dan diperparah kondisi dua pekan terakhir.

"Berdasarkan data yang tercatat dari kondisi nyata di lapangan, kita berkumpul hari ini untuk sama-sama kita tetapkan status tanggap darurat bencana terkait karhutla dan kekeringan di Kabupaten Bintan," kata Bupati Bintan Roby Kurniawan, Rabu (25/3/2026).

Selama tiga bulan terakhir, ada 317 titik api dengan luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 251 hektare. 

Empat wilayah sebagai penyumbang luasan terbesar yakni Kecamatan Bintan Timur sebanyak 81 titk api, Kecamatan Toapaya sebanyak 68 titik api, Kecamatan Gunung Kijang tercatat 64 titik api dan Kecamatan Bintan Utara sebanyak 60 titik api.

Tantangan semakin besar jika melihat kondisi dinamika atmosfer terkini ditambah prediksi curah hujan dan prospek cuaca yang terus dipantau oleh BMKG.

Bintan memiliki kerawanan tinggi karena luasnya lahan yang sebagian besarnya gambut serta faktor perubahan iklim.

Selain penetapan dan kolaborasi lintas sektoral, ia meminta semua pihak untuk mengedepankan upaya pencegahan.

Menurutnya, indikasi 'tangan nakal' dalam karhutla yang terjadi belakangan ini cukup kuat.

"Siapa saja yang melihat atau mengetahui tindakan pembakaran, jangan ragu dan takut untuk segera melaporkan. Ini tanggung jawab kita bersama dan memerlukan kerja sama kita semua" tegas Roby.

Terkait kekeringan yang melanda hampir di seluruh Kecamatan, PDAM Tirta Kepri yang mengelola 4 waduk di lokasi yang berbeda melaporkan kekeringan yang cukup ekstrem. 

Pihaknya masih berusaha untuk melakukan pembukaan tali air guna mengisi waduk yang menjadi sumber baku SPAM.

Pemerintah Kabupaten Bintan bersama seluruh instansi terkait akan melalukan tindakan-tindakan strategis baik mengenai karhutla maupun kekeringan. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved