Sabtu, 16 Mei 2026

Bintan Terkini

Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan

Begitu datang mereka langsung masuk ke dalam rumah duka beberapa menit lalu keluar lagi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan - Buaya-di-Bintan-78899.jpg
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
BUAYA - Pelayat sedang berada di rumah duka RT 001, RW 001, Kampung Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (16/1/2026).
Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan - Buaya-terkam-nelayan-n78899.jpg
TribunBatam /Ronnye Lodo Laleng
BUAYA - Pelayat sedang mendoakan almarhum Imran di TPU Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) Jumat (16/1/2026).
Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan - Pemakaman-Umum-Tembeling-Bintan-7889.jpg
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
BUAYA - Pelayat sedang mendoakan almarhum Imran di TPU Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) Jumat (16/1/2026).

Ia tampak tegar melepaskan kepergian sang anak Imran (34).

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah di bawah ke masjid Al Jariyah Tembeling untuk di salatkan sekira pukul 10.30 WIB.

20 menit atau pukul 10.50 WIB jenazah di bawah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tembeling

Jenazah di pikul 4 orang pria. Mereka berjalan kaki dari rumah ke TPU.

Jenazah dipikul paling depan lalu disusul ratusan pelayat dari belakang. 

Pelayat juga jalan kaki dari rumah duka ke masjid hingga ke tempat pemakaman.

Jenazah tidak menggunakan mobil ambulance sebab lokasi sangat dekat. Hanya 150 meter saja. Dari rumah duka ke TPU.

Suasana pilu pun terjadi di pemakaman, saat detik-detik jenazah Imran hendak dimasukkan ke dalam liang lahat.

Kakak perempuan korban sempat meneteskan air mata.

Dia merasa haru, atas meninggalnya adiknya. Almarhum memiliki 7 orang saudara. 

Sesekali dia harus mengusap air mata di kedua bola matanya menggunakan tangannya.

Dia berdiri berjejer di sisi kanan liang halat dengan sanak saudara yang hadir. 

Wanita itu menangis mengingat kebaikan korban selama ini.

Gerak geriknya kaku, selama proses pemakaman. Dia nyaris tak berkata-kata.

Tidak banyak kata yang ia lontarkan. Saat dihampiri Wartawan, dia enggan berkomentar banyak.

"Maaf saya belum bisa memberikan komentar. Langsung ke bang saya Ijal saja. Dia yang lebih tahu," ujar perempuan berjilbab itu. 

Setelah pemakaman, pelayat langsung meninggalkan TPU.  Hanya keluarga dekat saja yang pulang ke rumah duka. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved