Senin, 13 April 2026

Bintan Terkini

Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan

Begitu datang mereka langsung masuk ke dalam rumah duka beberapa menit lalu keluar lagi.

|
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan - Buaya-di-Bintan-78899.jpg
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
BUAYA - Pelayat sedang berada di rumah duka RT 001, RW 001, Kampung Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (16/1/2026).
Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan - Buaya-terkam-nelayan-n78899.jpg
TribunBatam /Ronnye Lodo Laleng
BUAYA - Pelayat sedang mendoakan almarhum Imran di TPU Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) Jumat (16/1/2026).
Pelayat Padati Rumah Duka Almarhum Imran yang Tewas di Terkam Buaya di Kampung Tembeling Bintan - Pemakaman-Umum-Tembeling-Bintan-7889.jpg
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
BUAYA - Pelayat sedang mendoakan almarhum Imran di TPU Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) Jumat (16/1/2026).

TRIBUN BATAM.id, BINTAN  - Rumah duka almarhum Imran, di RT 001, RW 001, Kampung Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) mulai dipadati pelayat. Korban meruoakan warga yang tewas diterkam buaya.

Hingga kini, buaya tersebut masih menjadi teror bagi masyarakat sekitar, sebab buaya itu masih belum ditangkap.

Sementara itu, dirumah duka terlihat eluarga, kerabat dan sejumlah tetangga berada di lokasi rumah korban.

Satu persatu pelayat mulai berdatangan ke rumah itu sejak pukul 06.00 WIB.

Begitu datang mereka langsung masuk ke dalam rumah duka beberapa menit lalu keluar lagi.

Mereka duduk di bawah tenda berwarna kuning, tepat di depan rumah almarhum. 

Mereka bergantian memberikan penghormatan terakhir dan memberikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Warga yang datang didominasi laki-laki. Pada umumnya mengenakan pakaian serba hitam dilengkapi peci.

Kursi-kursi yang sebelumnya kosong penuh terisi.

Banyak pelayat memilih duduk di emperan rumah hingga di luar tenda. 

Saling berjabat tangan dilakukan antar pelayat, baik yang baru datang maupun yang ingin meninggalkan rumah duka.

Tampak beberapa tokoh hadir, diantaranya Ketua DPD Kabupaten Bintan, Fiven Sumanti,  Sekda Bintan Ronny Kartika, Camat Tekuk Bintan dan para tokoh lainnya. 

Keluarga korban pun menyambut kedatangan pelayat dengan baik.

Ayah korban, Sanjah berdiri dekat pintu menyalami satu persatu pelayat yang datang.

Sesekali ia memegangi peci putih yang dikenakan di kepalanya. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved