Kamis, 7 Mei 2026

LIMBAH DI BINTAN

Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai di Bintan, Wisatawan Check Out Lebih Awal, Resort Merugi

Pantai Mutiara Beach Resort di Bintan tercemar limbah minyak hitam. Kondisi ini berdampak pada wisatawan yang memilih check out lebih awal.

Tayang:
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
LIMBAH DI BINTAN - Seorang pekerja sedang membersihkan limbah minyak hitam di Pantai Mutiara Beach Resort di Jalan Trikora Kilometer 55, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (30/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pekerja Mutiara Beach Resort di Jalan Trikora (KM) 55, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih berjibaku membersihkan pantai yang tercemar limbah minyak hitam hingga Jumat (30/1/2026).
  • Kejadian diketahui bukan yang pertama. Ari Wibowo, Front Office Mutiara Beach Resort mengungkap kejadian pertama setidaknya terjadi sejak tahun 2020.
  • Dampaknya terasa bagi industri pariwisata di sana, beberapa tamu memilih check out lebih cepat.

 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Karyawan Mutiara Beach Resort di Jalan Trikora Kilometer (KM) 55, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih berjibaku membersihkan area pantai yang tercemar limbah minyak hitam.

Mereka membersihkan minyak hitam di sekitar area pantai sepanjang lebih kuran 200 meter dengan sekop dan gerobak sorong.

Minyak hitam yang mereka angkat menggunakan sekop, selanjutnya mereka pindahkan ke dalam karung, lalu mereka letakkan di tepi laut.

Mereka dibantu petugas Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban, Bintan

Minyak hitam yang dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan dikumpulkan dan bakal diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

Tak hanya membuat area pantai menjadi kotor, bau tak sedap menjadi tantangan lain dalam membersihkan area pantai ini.

Front office Mutiara Beach Resort, Ari Wibowo mengungkap jika minyak hitam itu setidaknya mereka ketahui pada Rabu (28/1/2026). 

"Karyawan house keeping Mutiara merupakan orang pertama yang mengetahui pencemaran ini," ujarnya kepada wartawan TribunBatam.id, Ronnye Lodo Laleng yang berada di lokasi kejadian sejak Kamis (29/1/2026).

Ari mengungkap jika tumpahan minyak hitam ini bukan merupakan yang pertama.

Mereka mencatat, setidaknya kejadian serupa pernah terjadi sejak tahun 2020.

Dampak dari minyak hitam yang mengotori area pantai sudah mereka rasakan dampaknya terhadap tamu, khususnya wisatawan mancanegara (wisman) yang menginap di resort mereka.

Minyak hitam ini menyebabkan wisatawan tidak bisa melakukan aktivitas laut seperti snorkling dan lainnya. 

Beberapa wisatawan yang ke resort ini mereka kerap kali berenang dan aktivitas di laut. 

"Tadi ada beberapa wisatawan yang protes, mereka check out lebih cepat, sebab bau menyengat membuat mereka tak nyaman mandi di laut," beber Ari lagi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved